Pemerintah Tak Punya Strategi Lagi Atasi Pelemahan Rupiah
Sabtu, 01 Agustus 2015 - 21:15 WIB
Pemerintah Tak Punya Strategi Lagi Atasi Pelemahan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang menilai, langkah pemerintah tidak akan menggunakan cadangan devisa (cadev) untuk memperkuat rupiah adalah lari dari tanggung jawab. Di sisi lain, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tidak memiliki strategi lagi.
Menurutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bukan hanya spekulasi pasar. BI harus memutar otak untuk melakukan intervensi. (Baca: Pemerintah Tak Akan Pakai Cadangan Devisa Atasi Rupiah)
"Mereka (BI) lari dari tanggung jawab, kehabisan akal intervensi. (Ini) Akibat isu ketidakpastian suku bunga The Fed," jelasnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (1/8/2015).
Seperti diketahui, The Fed (Federal Reseve) baru akan menaikkan suku bunga pada September mendatang. "Karena mereka tidak punya strategi pertahankan rupiah makanya jangan heran jika nanti (rupiah) melemah ke Rp14.000/USD," ujar Edwin. (Baca: Dua Mata Uang Ini Sanggup Bertahan dari USD)
Sementara, cadangan devisa yang ada tak akan cukup untuk melakukan intervensi setiap hari. Upaya meningkatkannya juga sulit karena ekspor komoditas harganya sedang jatuh. "Terus terang cadev tidak akan cukup untuk intervensi setiap hari. BI tidak punya lagi strategi," tegasnya.
Baca juga:
Isu Suku Bunga Fed Hempaskan Rupiah
Rupiah Berakhir Terkapar Lewati Rp13.500/USD
Stamina Loyo Bikin RI Rentan Kondisi Eksternal
USD Makin Perkasa, Sirine Awal Krisis Keuangan Global
Menurutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bukan hanya spekulasi pasar. BI harus memutar otak untuk melakukan intervensi. (Baca: Pemerintah Tak Akan Pakai Cadangan Devisa Atasi Rupiah)
"Mereka (BI) lari dari tanggung jawab, kehabisan akal intervensi. (Ini) Akibat isu ketidakpastian suku bunga The Fed," jelasnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (1/8/2015).
Seperti diketahui, The Fed (Federal Reseve) baru akan menaikkan suku bunga pada September mendatang. "Karena mereka tidak punya strategi pertahankan rupiah makanya jangan heran jika nanti (rupiah) melemah ke Rp14.000/USD," ujar Edwin. (Baca: Dua Mata Uang Ini Sanggup Bertahan dari USD)
Sementara, cadangan devisa yang ada tak akan cukup untuk melakukan intervensi setiap hari. Upaya meningkatkannya juga sulit karena ekspor komoditas harganya sedang jatuh. "Terus terang cadev tidak akan cukup untuk intervensi setiap hari. BI tidak punya lagi strategi," tegasnya.
Baca juga:
Isu Suku Bunga Fed Hempaskan Rupiah
Rupiah Berakhir Terkapar Lewati Rp13.500/USD
Stamina Loyo Bikin RI Rentan Kondisi Eksternal
USD Makin Perkasa, Sirine Awal Krisis Keuangan Global
(dmd)
Lihat Juga :