Laba Bersih Telkom Semester I Tumbuh Tipis
Selasa, 04 Agustus 2015 - 15:42 WIB
Laba Bersih Telkom Semester I Tumbuh Tipis
A
A
A
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom sepanjang semester I/2015 harus puas hanya membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 2,2%.
Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga mengatakan, perseroan tetap menunjukkan kinerja yang memuaskan dengan membukukan pendapatan sebesar Rp48,84 triliun tumbuh 12,2% dari tahun lalu Rp43,54 triliun.
"Telkom juga membukukan EBITDA Rp23,54 triliun atau tumbuh 6,3% dari tahun lalu dan laba bersih sebesar Rp7,45 triliun atau tumbuh 2,2% dari tahun lalu," kata Alex dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (4/8/2015).
Telkomsel selaku entitas anak usaha Telkom mampu mempertahankan kinerja yang gemilang melalui triple double digit growth, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 13%, EBITDA sebesar 10,7% dan laba bersih sebesar 14,7% secara year on year (yoy).
Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp35,99 triliun dengan kontribusi pendapatan digital business tumbuh 37,6%. Telkomsel juga berhasil mencetak laba bersih senilai Rp10,1 triliun.
"Cellular voice dan data, internet & IT service masih memberikan kontribusi besar bagi pendapatan Telkom. Cellular voice tumbuh sebesar 7,8% menjadi Rp17,68 triliun, sementara bisnis data, internet & IT service menyumbangkan kontribusi sebesar Rp14,91 triliun atau tumbuh 28,3%," ungkap Alex.
Hal ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan seluler yang mencapai 144,06 juta pengguna atau tumbuh 4,9% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah pelanggan broadband juga mengalami peningkatan, di mana pelanggan Telkomsel Flash tumbuh 84,8% menjadi 38,3 juta dan pelanggan fixed broadband tumbuh 15,9% menjadi 3,73 juta pengguna.
Sementara bisnis fixed line mengalami penurunan sebesar 5,6% menjadi Rp4,37 triliun. Hal ini merupakan dampak dari program Upgrade Layanan Flexi ke Telkomsel (fixed wireless retrenchment), sementara pendapatan fixed wireline masih mencatat pertumbuhan sebesar 0,7%.
Selama semester I/2015, beban perusahaan mengalami peningkatan sebesar 14,4% dari Rp29,47 triliun pada tahun lalu menjadi Rp33,72 triliun. Beban operasional dan pemeliharaan menjadi kontributor utama kenaikan beban perseroan, yang meningkat sebesar 30,3% dari periode tahun lalu menjadi Rp14,03 triliun.
Saat ini, Telkom tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur Indonesia Digital Network (IDN) melalui pembangunan jaringan tulang punggung pita lebar Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) untuk mendukung pemerataan informasi dan komunikasi dari Aceh hingga Papua.
Telkomsel telah membangun sebanyak 11.495 base tranceiver station (BTS), di mana 89,4% diantaranya merupakan BTS 3G/4G.
Selain beban operasional dan pemeliharaan, beban pegawai juga meningkat secara signifikan sebesar 23% menjadi Rp5,89 triliun, sebagai dampak adanya Program Pensiun Dini (Early Retirement Program).
Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga mengatakan, perseroan tetap menunjukkan kinerja yang memuaskan dengan membukukan pendapatan sebesar Rp48,84 triliun tumbuh 12,2% dari tahun lalu Rp43,54 triliun.
"Telkom juga membukukan EBITDA Rp23,54 triliun atau tumbuh 6,3% dari tahun lalu dan laba bersih sebesar Rp7,45 triliun atau tumbuh 2,2% dari tahun lalu," kata Alex dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (4/8/2015).
Telkomsel selaku entitas anak usaha Telkom mampu mempertahankan kinerja yang gemilang melalui triple double digit growth, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 13%, EBITDA sebesar 10,7% dan laba bersih sebesar 14,7% secara year on year (yoy).
Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp35,99 triliun dengan kontribusi pendapatan digital business tumbuh 37,6%. Telkomsel juga berhasil mencetak laba bersih senilai Rp10,1 triliun.
"Cellular voice dan data, internet & IT service masih memberikan kontribusi besar bagi pendapatan Telkom. Cellular voice tumbuh sebesar 7,8% menjadi Rp17,68 triliun, sementara bisnis data, internet & IT service menyumbangkan kontribusi sebesar Rp14,91 triliun atau tumbuh 28,3%," ungkap Alex.
Hal ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan seluler yang mencapai 144,06 juta pengguna atau tumbuh 4,9% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah pelanggan broadband juga mengalami peningkatan, di mana pelanggan Telkomsel Flash tumbuh 84,8% menjadi 38,3 juta dan pelanggan fixed broadband tumbuh 15,9% menjadi 3,73 juta pengguna.
Sementara bisnis fixed line mengalami penurunan sebesar 5,6% menjadi Rp4,37 triliun. Hal ini merupakan dampak dari program Upgrade Layanan Flexi ke Telkomsel (fixed wireless retrenchment), sementara pendapatan fixed wireline masih mencatat pertumbuhan sebesar 0,7%.
Selama semester I/2015, beban perusahaan mengalami peningkatan sebesar 14,4% dari Rp29,47 triliun pada tahun lalu menjadi Rp33,72 triliun. Beban operasional dan pemeliharaan menjadi kontributor utama kenaikan beban perseroan, yang meningkat sebesar 30,3% dari periode tahun lalu menjadi Rp14,03 triliun.
Saat ini, Telkom tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur Indonesia Digital Network (IDN) melalui pembangunan jaringan tulang punggung pita lebar Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) untuk mendukung pemerataan informasi dan komunikasi dari Aceh hingga Papua.
Telkomsel telah membangun sebanyak 11.495 base tranceiver station (BTS), di mana 89,4% diantaranya merupakan BTS 3G/4G.
Selain beban operasional dan pemeliharaan, beban pegawai juga meningkat secara signifikan sebesar 23% menjadi Rp5,89 triliun, sebagai dampak adanya Program Pensiun Dini (Early Retirement Program).
(rna)
Lihat Juga :