IHSG Tinggalkan Level 4.800 Dipicu Aksi Jual

Selasa, 04 Agustus 2015 - 16:28 WIB
IHSG Tinggalkan Level...
IHSG Tinggalkan Level 4.800 Dipicu Aksi Jual
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini berakhir melemah dan meninggalkan level 4.800 dipicu aksi jual. IHSG susut 19,10 poin atau 0,40% ke level 4.781,09.

IHSG pagi tadi dibuka melanjutkan koreksi tertekan Wall Street dan Asia. IHSG melemah 16,2 poin atau 0,34% ke level 4.783,98 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.790,49.

IHSG kemarin ditutup susut meski masih menembus level 4.800. IHSG berkurang 2,35 poin atau 0,05% ke level 4.800,18. Pelemahan itu sejalan dengan melemahnya bursa Asia. Sementara hari ini, bursa Asia mayoritas ditutup melemah, dengan saham China menguat.

Bursa saham China meningkat karena langkah Beijing melakukan tindakan keras terhadap penjual saham jangka pendek.

Dikutip dari Reuters, China meningkatkan tindakan keras terhadap aksi jual saham jangka pendek, yang membuat spekulan lebih sulit mendapatkan keuntungan dari perubahan harga per jam.

Bursa saham China dan pengawas pasar modal menindak aksi tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah jatuhnya pasar saham negara itu, yang telah kehilangan hampir 30% dari nilai pasar mereka sejak rekornya pada Juni 2015.

Adapun, indeks Shanghai menguat 133,64 poin atau 3,69% menjadi 3.756,54; indeks Straits Times susut 7,90 poin atau 0,25% menjadi 3.184,04; indeks Hang Seng melemah 5,30 poin atau 0,02% menjadi 24.406,12; dan indeks Nikkei turun 27,75 poin atau 0,14% ke 20.520,36.

Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,58 triliun dengan 4,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp535,48 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,05 triliun dan aksi beli Rp1,51 triliun. Tercatat 131 saham menguat, 160 saham melemah dan 104 saham stagnan.

Sektor saham hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor properti yang turun 0,86% diikuti sektor perkebunan yang melemah 0,85%. Sedangkan yang menguat paling tinggi adalah sektor aneka industri yang naik 1,20%.

Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp125 menjadi Rp6.125, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp70 menjadi Rp4.250, dan PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) naik Rp100 menjadi Rp17.500.

Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp300 menjadi Rp28.000, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp6.600 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp525 menjadi Rp48.850.

(Baca: IHSG Sesi I Ditutup Bertahan di Jalur Merah)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
8 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
9 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
12 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
13 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
15 jam yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved