DPR Minta Pemerintah Tak Abaikan Kerusuhan Blok Cepu

Selasa, 04 Agustus 2015 - 19:21 WIB
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Tak Abaikan Kerusuhan Blok Cepu
A A A
JAKARTA - DPR meminta pemerintah tidak mengabaikan berbagai persoalan lingkungan sekitar maupun masalah pekerja untuk menjaga kesinambungan pengelolaan Blok Cepu di Bojonegoro, Jawa Timur.

Hal itu guna mengantisipasi terulangnya insiden kerusuhan di Blok Cepu akibat akumulasi berbagai persoalan yang tidak bisa dideteksi dan ditangani sebelumnya oleh pemerintah, regulator hulu migas dan pengelolaan lapangan migas.

Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika menegaskan, Blok Cepu merupakan harapan dari peningkatan program produksi minyak nasional. Untuk itu, pemerintah harus mampu mendeteksi dan mengantisipasi potensi kendala yang bisa dihadapi pengelolaan Blok Cepu.

"Pemerintah melalui Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas serta pengelola lapangan harus mampu mengatasi persoalan ini. Blok Cepu ini harapan dari produksi negara," kata Kardaya di Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Selain itu, dia juga menyoroti kebijakan yang dikeluarkan Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas terkait gas flare atau gas yang dibakar karena tidak mampu dimanfaatkan di lokasi pengeboran.

Apalagi, saat ini masyarakat sekitar Blok Cepu sudah mengeluhkan dampak gas flare tersebut karena bakal memengaruhi kesehatan mereka sehingga kondisi menimbulkan kerawanan dan potensi kericuhan masyarakat.

Gas flare di Blok Cepu sangat besar sampai 50 juta kaki kubik (MMBTU). Ini di luar batas maksimal yang dizinkan Kementerian Kehutanan dan Lingkuhan Hidup.

"Saya sudah tanyakan ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Sekjen dan jajarannya. Mereka sebagai pihak yang berwenang mengaku belum mengeluarkan izin gas flare ini. Malah izinnya dikeluarkan Ditjen Migas. Hal ini sangat disesalkan," terang dia.

Lebih jauh, Kardaya menegaskan, potential lost akibat gas flare di Blok Cepu tersebut sangat besar. Dengan gas flare sebesar 50 juta kaki kubik, maka potential lost mencapai diperkirakan mencapai USD2,5 juta atau sekitar Rp30 miliar per hari dengan perhitungan harga gas sebesar USD5 saja.

"Seharusnya Menteri ESDM, Kepala SKK Migas dan pengelola lapangan sudah bisa memperhitungkan agar gas flare tidak terlalu besar. Gas yang dibakar ini bisa menghidupkan satu pabrik," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Korupsi Blok ADK Cepu,...
Korupsi Blok ADK Cepu, Vonis Direktur PT ABS Diperberat Jadi 15 Tahun
Diresmikan Presiden...
Diresmikan Presiden Prabowo, Pertamina Berkontribusi Tingkatkan Produksi Minyak Blok Cepu hingga 30 Ribu Barrel Per Hari
Dana Bagi Hasil Blok...
Dana Bagi Hasil Blok Cepu Disoal, UU Perimbangan Keuangan Digugat ke MK
Capai Produksi 500 Juta...
Capai Produksi 500 Juta Barel Minyak, WK Cepu Berikan 249 Triliun Penerimaan Negara
Sumbang 30% Produksi...
Sumbang 30% Produksi Nasional, Blok Cepu jadi Produsen Minyak Terbesar di Indonesia
Pengapalan ke-700, Sinergi...
Pengapalan ke-700, Sinergi Anak Usaha Pertamina Angkut Produksi Minyak Mentah Blok Cepu
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
3 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
4 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
4 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
5 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
5 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved