Sumbang 30% Produksi Nasional, Blok Cepu jadi Produsen Minyak Terbesar di Indonesia
Jum'at, 23 April 2021 - 09:50 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengapresiasi produksi minyak Blok Cepu tahun 2020 yang mencapai 210 mbopd atau setara dengan 30% produksi minyak nasional.
Dengan produksi sebesar itu, maka Blok Cepu menempatkan diri menjadi produsen minyak nasional terbesar di Indonesia. Blok Cepu akan menyumbangkan pendapatan kepada Negara sekitar USD45 Miliar di harga minyak sekitar USD70/barrel selama jangka waktu Kontrak Kerja Sama.
"Capaian produksi minyak Lapangan Banyu Urip merupakan prestasi yang membanggakan yang bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 20% dengan fasilitas yang ada dan bisa dilakukan dengan aman," ujar Menteri Arifin dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).
Baca juga: Tumpahan Minyak Ditemukan di Posisi Awal KRI Nanggala 402
Produksi awal lapangan Banyu Urip dimulai pada Desember 2008 melalui fasilitas produksi awal yang mulai berproduksi dengan kapasitas 20 mbopd pada Agustus 2009. Melalui inovasi dan keunggulan dari manajemen proyek, produksi meningkat menjadi lebih dari 80 mbopd pada saat dimulainya start-up di tahun 2015.
Dengan produksi sebesar itu, maka Blok Cepu menempatkan diri menjadi produsen minyak nasional terbesar di Indonesia. Blok Cepu akan menyumbangkan pendapatan kepada Negara sekitar USD45 Miliar di harga minyak sekitar USD70/barrel selama jangka waktu Kontrak Kerja Sama.
"Capaian produksi minyak Lapangan Banyu Urip merupakan prestasi yang membanggakan yang bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 20% dengan fasilitas yang ada dan bisa dilakukan dengan aman," ujar Menteri Arifin dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).
Baca juga: Tumpahan Minyak Ditemukan di Posisi Awal KRI Nanggala 402
Produksi awal lapangan Banyu Urip dimulai pada Desember 2008 melalui fasilitas produksi awal yang mulai berproduksi dengan kapasitas 20 mbopd pada Agustus 2009. Melalui inovasi dan keunggulan dari manajemen proyek, produksi meningkat menjadi lebih dari 80 mbopd pada saat dimulainya start-up di tahun 2015.
Lihat Juga :