BPS Beberkan Penyebab Ekonomi Kuartal II Melemah

Rabu, 05 Agustus 2015 - 15:51 WIB
BPS Beberkan Penyebab...
BPS Beberkan Penyebab Ekonomi Kuartal II Melemah
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, ada beberapa poin yang memengaruhi ekonomi Indonesia kembali melemah. Dua di antaranya dari sisi produksi dan sisi pengeluaran.

"Utamanya produksi padi yang meningkat karena adanya pergeseran musim. Terus berikutnya karena lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi beberapa waktu ini," kata Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Di samping itu, kinerja pengadaan listrik dan gas sebagai public utility juga mengalami perlambatan tajam. Lapangan usaha konstruksi juga melambat karena rendahnya penyerapan belanja modal dan depresiasi rupiah. "Kedua hal ini sangat memengaruhi," ungkap dia.

Selain itu, perdagangan tumbuh melambat juga karena penurunan penjualan transportasi pribadi beberapa waktu terakhir, termasuk dikarenakan penurunan suplai barang impor.

"Ini terjadi penurunan penjualan mobil dan sepeda motor, makanan dan minuman, serta suplai barang impor. Ini terjadi karena inflasi juga makannya penjualan mobil dan motor turun agak drastis," terang Suryamin.

Pendapatan transaksi devisa perbankan komersil juga menurun secara tajam karena dipengaruhi depresiasi rupiah. (Baca: Ekonomi RI Kuartal II Hanya Tumbuh 4,67%).

Sementara, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga masih melmbat. Ini terindikasi dari anjloknya penjualan sepeda motor dan mobil serta impor barang konsumsi yang terkontraksi.

"Di sisi pengeluaran konsumsi pemerintah memang tumbuh lebih baik karena didorong oleh belanja bantuan sosial. Namun pengeluaran belanja barang alami perlambatan," kata dia.

Pertumbuhan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)/investasi juga melambat karena turunnya impor barang modal jenis mesin dan kendaraan produksi domestik. Selain itu juga dipengaruhi melambatnya pertumbuhan barang modal, jenis bangunan dan konstruksi.

Komoponen ekspor, juga mengalami kontraksi karena melemahnya kinerja ekonomi di negara-negara tujuan ekspor Indonesia serta melemahnya harga. Terakhir, kata Suryamin, kinerja impor mengalami kontraksi pertumbuhan lebih dalam.

Baca juga:

BPS Sudah Prediksi Ekonomi RI Kuartal II Melambat

Jokowi Diminta Hati-hati Ekonomi Terus Memburuk

Suryamin Yakin Ekonomi Semester II Bisa Tumbuh 5%
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Kalahkan Jepang dan...
Kalahkan Jepang dan Korsel, Pertumbuhan Ekonomi RI Naik 7,07%
Ekonomi RI Tumbuh 7,07%...
Ekonomi RI Tumbuh 7,07% Tertinggi Sejak 2004
Resmi, Pertumbuhan Ekonomi...
Resmi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2021 Minus 0,74%
Mantap! Ekonomi Indonesia...
Mantap! Ekonomi Indonesia Kuartal III 2022 Tumbuh 5,72%
Terungkap! Ini Lho Juru...
Terungkap! Ini Lho Juru Selamat Krisis Ekonomi RI
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
1 jam yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
2 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
3 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
3 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
12 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved