USD Terapresiasi di Asia, Rupiah Dibuka Mendatar
Senin, 10 Agustus 2015 - 10:26 WIB
USD Terapresiasi di Asia, Rupiah Dibuka Mendatar
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan pekan ini dibuka mendatar di tengah terapresiasinya USD di perdagangan Asia.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.535/USD atau tak jauh berbeda dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.541/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.536/USD, sama dengan posisi pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.537/USD. Posisi ini menguat 13 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.550/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.542/USD. Posisi ini terapresiasi 24 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp13.566/USD.
Sementara USD mendekati posisi tertinggi dalam hampir empat bulan terhadap sejumlah mata uang di perdagangan Asia, pagi ini setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang solid didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve AS berada di jalur untuk menaikkan suku bunga pada awal September.
Dikutip dari Reuters, indeks USD naik sekitar 0,1% di 97,631, setelah menguat ke 98,334 pada akhir pekan lalu, tertinggi sejak 23 April 2015 setelah data tenaga kerja AS naik 215.000 pada bulan lalu.
USD naik ke level tertinggi dua bulan terhadap yen ke 125,07 pada Jumat, dan terakhir naik sekitar 0,1% menjadi 124,33. Sementara euro turun tipis sekitar 0,1% terhadap USD menjadi USD1,0959. Swiss franc terhadap USD mendatar di 0,9833 franc.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.535/USD atau tak jauh berbeda dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.541/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.536/USD, sama dengan posisi pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.537/USD. Posisi ini menguat 13 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.550/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.542/USD. Posisi ini terapresiasi 24 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp13.566/USD.
Sementara USD mendekati posisi tertinggi dalam hampir empat bulan terhadap sejumlah mata uang di perdagangan Asia, pagi ini setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang solid didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve AS berada di jalur untuk menaikkan suku bunga pada awal September.
Dikutip dari Reuters, indeks USD naik sekitar 0,1% di 97,631, setelah menguat ke 98,334 pada akhir pekan lalu, tertinggi sejak 23 April 2015 setelah data tenaga kerja AS naik 215.000 pada bulan lalu.
USD naik ke level tertinggi dua bulan terhadap yen ke 125,07 pada Jumat, dan terakhir naik sekitar 0,1% menjadi 124,33. Sementara euro turun tipis sekitar 0,1% terhadap USD menjadi USD1,0959. Swiss franc terhadap USD mendatar di 0,9833 franc.
(rna)