Ditekan Aksi Jual, IHSG Ditutup Perpanjang Pelemahan
Senin, 10 Agustus 2015 - 16:26 WIB
Ditekan Aksi Jual, IHSG Ditutup Perpanjang Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari pertama pekan ini ditutup memperpanjang pelemahan karena ditekan aksi jual. IHSG terkoreksi 21,35 poin atau 0,45% ke level 4.784.95.
IHSG pagi tadi dibuka minus 9,09 poin atau 0,19% ke level 4.761,21 dan pada akhir sesi I makin melemah ke level 4.723,19. Sementara IHSG akhir pekan lalu ditutup turun 36,26 poin atau 0,75% ke level 4.770,30.
Pelemahan itu di tengah variatifnya bursa Asia. Bursa Asia sore ini mayoritas berakhir menguat. Bursa Nikkei Jepang naik tipis pada hari ini terimbas menguatnya indeks utama Shanghai, mengibaskan kekhawatiran atas penurunan ekspor China yang dirilis pada akhir pekan lalu.
Indeks Shanghai menguat 184,21 poin atau 4,92% menjadi 3.928,42; indeks Hang Seng susut 31,35 poin atau 0,13% menjadi 24.521,12; dan indeks Nikkei naik 84,13 poin atau 0,41% ke 20.808,69.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,34 triliun dengan 3,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp107,37 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,31 triliun dan aksi beli Rp1,20 triliun. Tercatat 77 saham menguat, 202 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Sektor saham hari ini melemah semua. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah perkebunan yang turun 1,38%, diikuti sektor aneka industri susut 1,30%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik Rp80 menjadi Rp780, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp650 menjadi Rp18.650 dan PT Grand Kartech Tbk (KRAH) naik Rp120 menjadi Rp2.065.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp200 menjadi Rp27.600, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp100 menjadi Rp6.500 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp150 menjadi Rp6.300.
(Baca: 203 Saham Melemah, IHSG Sesi I Ditutup Memburuk)
IHSG pagi tadi dibuka minus 9,09 poin atau 0,19% ke level 4.761,21 dan pada akhir sesi I makin melemah ke level 4.723,19. Sementara IHSG akhir pekan lalu ditutup turun 36,26 poin atau 0,75% ke level 4.770,30.
Pelemahan itu di tengah variatifnya bursa Asia. Bursa Asia sore ini mayoritas berakhir menguat. Bursa Nikkei Jepang naik tipis pada hari ini terimbas menguatnya indeks utama Shanghai, mengibaskan kekhawatiran atas penurunan ekspor China yang dirilis pada akhir pekan lalu.
Indeks Shanghai menguat 184,21 poin atau 4,92% menjadi 3.928,42; indeks Hang Seng susut 31,35 poin atau 0,13% menjadi 24.521,12; dan indeks Nikkei naik 84,13 poin atau 0,41% ke 20.808,69.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,34 triliun dengan 3,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp107,37 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,31 triliun dan aksi beli Rp1,20 triliun. Tercatat 77 saham menguat, 202 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Sektor saham hari ini melemah semua. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah perkebunan yang turun 1,38%, diikuti sektor aneka industri susut 1,30%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik Rp80 menjadi Rp780, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp650 menjadi Rp18.650 dan PT Grand Kartech Tbk (KRAH) naik Rp120 menjadi Rp2.065.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp200 menjadi Rp27.600, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp100 menjadi Rp6.500 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp150 menjadi Rp6.300.
(Baca: 203 Saham Melemah, IHSG Sesi I Ditutup Memburuk)
(rna)
Lihat Juga :