Harga Minyak AS Dekati Level Terendah 2009
Jum'at, 14 Agustus 2015 - 11:01 WIB
Harga Minyak AS Dekati Level Terendah 2009
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) tetap berada didekat level terendah 2009 pada awal perdagangan hari ini karena meningkatnya stok, sehingga memicu kelebihan pasokan dan kekhawatiran atas permintaan di tengah perlambatan ekonomi di Asia.
Harga minyak AS jatuh lebih dari 3% ke level terendah 6,5 tahun di bawah USD42/barel, kemarin karena data menunjukkan meningkatnya stok minyak di AS, mengintensifkan kekhawatiran atas banjirnya pasokan global.
Stok minyak di Cushing di Oklahoma naik lebih dari 1,3 juta barel hingga 11 Agustus 2015. Pasar minyak tetap lemah pada awal perdagangan pagi ini.
Minyak mentar AS diperdagangkan pada USD42,08/barel pada pukul 08.50 WIB, dekat dengan level terendah lebih dari enam tahun terakhir. Sementara minyak Brent diperdagangkan di USD49,21/barel, turun 1 sen dibannding kemarin ke USD45,19.
Di sisi permintaan, perlambatan ekonomi dan melemahnya mata uang China bisa menyebabkan penurunan permintaan.
"Harga WTI turun tajam ke posisi terendah enam tahun di tengah meningkatnya kekhawatiran di tengah perlambatan ekonomi China," tulis ANZ dalam catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (14/8/2015).
Dia memperkirakan, kemungkinan harga minyak bsa jatuh lebuh dalam. Menurut dia, terkoreksinya harga minyak ke level terendah dalam enam tahun tidak cukup untuk mengerem pertumbuhan pasokan AS.
Meskipun permintaan minyak mentah China sejauh ini tetap kuat karena otoritas memanfaatkan minyak murah untuk membangun cadangan strategis dan konsumen terus belanja meskipun terjadi perlambatan ekonomi, ada tanda-tanda permintaan melemah karena devaluasi yuan berpotensi mengurangi impor bahan bakar.
Permintaan minyak China turun pada bulan Juli dari bulan sebelumnya di tengah penurunan berkelanjutan dalam poduksi kendaraan.
Analis JPMorgan memperkirakan, dana swasta sekitar USD235 miliar keluar dari China antara kuartal ketiga 2014 dan akhir kuartal II tahun ini.
Kemerosotan ekonomi China dapat menyebar di seluruh Asia. Survei Reuters menunjukkan, ekonomi Jepang kemungkinan menyusut pada bulan April-Juni karena ekspor turun dan konsumen mengurangi pengeluaran.
Harga minyak AS jatuh lebih dari 3% ke level terendah 6,5 tahun di bawah USD42/barel, kemarin karena data menunjukkan meningkatnya stok minyak di AS, mengintensifkan kekhawatiran atas banjirnya pasokan global.
Stok minyak di Cushing di Oklahoma naik lebih dari 1,3 juta barel hingga 11 Agustus 2015. Pasar minyak tetap lemah pada awal perdagangan pagi ini.
Minyak mentar AS diperdagangkan pada USD42,08/barel pada pukul 08.50 WIB, dekat dengan level terendah lebih dari enam tahun terakhir. Sementara minyak Brent diperdagangkan di USD49,21/barel, turun 1 sen dibannding kemarin ke USD45,19.
Di sisi permintaan, perlambatan ekonomi dan melemahnya mata uang China bisa menyebabkan penurunan permintaan.
"Harga WTI turun tajam ke posisi terendah enam tahun di tengah meningkatnya kekhawatiran di tengah perlambatan ekonomi China," tulis ANZ dalam catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (14/8/2015).
Dia memperkirakan, kemungkinan harga minyak bsa jatuh lebuh dalam. Menurut dia, terkoreksinya harga minyak ke level terendah dalam enam tahun tidak cukup untuk mengerem pertumbuhan pasokan AS.
Meskipun permintaan minyak mentah China sejauh ini tetap kuat karena otoritas memanfaatkan minyak murah untuk membangun cadangan strategis dan konsumen terus belanja meskipun terjadi perlambatan ekonomi, ada tanda-tanda permintaan melemah karena devaluasi yuan berpotensi mengurangi impor bahan bakar.
Permintaan minyak China turun pada bulan Juli dari bulan sebelumnya di tengah penurunan berkelanjutan dalam poduksi kendaraan.
Analis JPMorgan memperkirakan, dana swasta sekitar USD235 miliar keluar dari China antara kuartal ketiga 2014 dan akhir kuartal II tahun ini.
Kemerosotan ekonomi China dapat menyebar di seluruh Asia. Survei Reuters menunjukkan, ekonomi Jepang kemungkinan menyusut pada bulan April-Juni karena ekspor turun dan konsumen mengurangi pengeluaran.
(rna)
Lihat Juga :