DPR Beri Target Rupiah Tahun Depan Rp13.200/USD
Jum'at, 14 Agustus 2015 - 11:47 WIB
DPR Beri Target Rupiah Tahun Depan Rp13.200/USD
A
A
A
JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Ahmadi Noor Supit mengatakan, DPR memberikan target rupiah kepada pemerintah pada tahun depan minimal di angka Rp13.200/USD.
Menurut dia, target tersebut memang sulit untuk diwujudkan pada tahun depan lantaran posisi rupiah saat ini sudah mendekati level Rp14.000/USD dan kemungkinan bisa jebol ke Rp15.0000/USD.
"Tahun depan buat rupiah pokoknya kita targetkan Rp13.200/USD. Tapi sekali lagi kalau dia jebol sekarang, sulit (di 2016). Makanya sekarang ini jangan sampai dia jebol di angka Rp15.000. Kalau sampai segitu, sudah kelewatan banget," kata dia di DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Menurut Supit, untuk menjaga rupiah tidak jatuh terlalu dalam diperlukan kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan kementerian atau lembaga bisa segera meyakinkan masyarakat bahwa ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh.
"Jangan sampai pengusaha ada yang mikir mending bangkrut sekarang daripada makin parah. Sekarang ini, pengusaha menghitung dan berpikir bangkrutkan sekarang atau ada hope di depan. Trust itu internal dan eksternal," pungkasnya.
Baca:
Sidang Tahunan MPR Diwarnai Doa Minta Rupiah Menguat
China Berhenti Lemahkan Yuan, Rupiah Dibuka Negatif
DPR: Rupiah Terpuruk Jadi Warning Menteri Ekonomi
Menurut dia, target tersebut memang sulit untuk diwujudkan pada tahun depan lantaran posisi rupiah saat ini sudah mendekati level Rp14.000/USD dan kemungkinan bisa jebol ke Rp15.0000/USD.
"Tahun depan buat rupiah pokoknya kita targetkan Rp13.200/USD. Tapi sekali lagi kalau dia jebol sekarang, sulit (di 2016). Makanya sekarang ini jangan sampai dia jebol di angka Rp15.000. Kalau sampai segitu, sudah kelewatan banget," kata dia di DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Menurut Supit, untuk menjaga rupiah tidak jatuh terlalu dalam diperlukan kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan kementerian atau lembaga bisa segera meyakinkan masyarakat bahwa ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh.
"Jangan sampai pengusaha ada yang mikir mending bangkrut sekarang daripada makin parah. Sekarang ini, pengusaha menghitung dan berpikir bangkrutkan sekarang atau ada hope di depan. Trust itu internal dan eksternal," pungkasnya.
Baca:
Sidang Tahunan MPR Diwarnai Doa Minta Rupiah Menguat
China Berhenti Lemahkan Yuan, Rupiah Dibuka Negatif
DPR: Rupiah Terpuruk Jadi Warning Menteri Ekonomi
(rna)