IHSG Potensi Menguat Tipis, Cermati Saham Ini
Selasa, 18 Agustus 2015 - 08:11 WIB
IHSG Potensi Menguat Tipis, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan memiliki potensi untuk menguat meski tipis.
"Open gap di level 4.572-4.619 belum tertutup sempurna meski terjadi kenaikan. Tentunya kami masih berharap laju IHSG dapat kembali naik meski tipis," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Selasa (18/8/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.544-4.572 dan resisten 4.605-4.621. Laju IHSG kemarin berada di atas area target support 4.475-4.500, namun gagal mendekati area target resisten 4.605-4.615.
Akhir pekan lalu, masih labilnya penguatan IHSG membuatnya bergerak variatif sepanjang perdagangan. Di buka melemah dan bertahan hingga akhir sesi I. Padahal sebelumnya laju bursa saham AS dan Eropa mulai berbalik menguat. IHSG pun tidak terlalu merespon kondisi pada bursa saham AS dan Eropa sebelumnya.
"Kekhawatiran akan devaluasi yuan berpeluang berlanjut yang dapat mengganggu laju rupiah telah memicu pelaku pasar kembali pasang jual. Akibatnya tentu membuat IHSG kembali melemah," ujarnya.
Harapan akan pembalikan arah pun kembali menjadi sirna. Bahkan adanya pidato Presiden jelang libur panjang pun tidak banyak memberikan sentimen positif, meski dalam pidato tersebut disampaikan asumsi-asumsi RAPBN 2016 yang cukup optimis.
"Entah direspon terlalu optimisnya asumsi-asumsi RABN 2016 yang digunakan atau belum diresponnya pidato Presiden karena belum dapat memberikan kepercayaan pasar, yang jelas kondisi pasar pada akhir pekan kemarin hanya bergerak tipis," tutur dia.
Asing masih jualan dan rupiah kembali melemah, sehingga kurang kuat mendorong IHSG menguat. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp1,17 triliun menjadi net sell Rp420,82 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Elnusa Tbk (ELSA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp300-Rp355. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp339.
PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.490-Rp2.675. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.590.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp58-Rp72. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp63.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp300-Rp335. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp320.
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.620-Rp2.800. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.750.
PT Indofood CBP Makmur Tbk (ICBP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp12.150-Rp12.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp12.450.
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp465-Rp478. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp468.
"Open gap di level 4.572-4.619 belum tertutup sempurna meski terjadi kenaikan. Tentunya kami masih berharap laju IHSG dapat kembali naik meski tipis," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Selasa (18/8/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.544-4.572 dan resisten 4.605-4.621. Laju IHSG kemarin berada di atas area target support 4.475-4.500, namun gagal mendekati area target resisten 4.605-4.615.
Akhir pekan lalu, masih labilnya penguatan IHSG membuatnya bergerak variatif sepanjang perdagangan. Di buka melemah dan bertahan hingga akhir sesi I. Padahal sebelumnya laju bursa saham AS dan Eropa mulai berbalik menguat. IHSG pun tidak terlalu merespon kondisi pada bursa saham AS dan Eropa sebelumnya.
"Kekhawatiran akan devaluasi yuan berpeluang berlanjut yang dapat mengganggu laju rupiah telah memicu pelaku pasar kembali pasang jual. Akibatnya tentu membuat IHSG kembali melemah," ujarnya.
Harapan akan pembalikan arah pun kembali menjadi sirna. Bahkan adanya pidato Presiden jelang libur panjang pun tidak banyak memberikan sentimen positif, meski dalam pidato tersebut disampaikan asumsi-asumsi RAPBN 2016 yang cukup optimis.
"Entah direspon terlalu optimisnya asumsi-asumsi RABN 2016 yang digunakan atau belum diresponnya pidato Presiden karena belum dapat memberikan kepercayaan pasar, yang jelas kondisi pasar pada akhir pekan kemarin hanya bergerak tipis," tutur dia.
Asing masih jualan dan rupiah kembali melemah, sehingga kurang kuat mendorong IHSG menguat. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp1,17 triliun menjadi net sell Rp420,82 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Elnusa Tbk (ELSA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp300-Rp355. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp339.
PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.490-Rp2.675. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.590.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp58-Rp72. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp63.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp300-Rp335. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp320.
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.620-Rp2.800. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.750.
PT Indofood CBP Makmur Tbk (ICBP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp12.150-Rp12.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp12.450.
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp465-Rp478. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp468.
(rna)
Lihat Juga :