Harga Minyak Merosot Lagi karena Permintaan Melemah
Selasa, 18 Agustus 2015 - 09:49 WIB
Harga Minyak Merosot Lagi karena Permintaan Melemah
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia merosot lagi pada awal perdagangan di Asia pagi ini karena para pedagang memperkirakan permintaan akan melemah. Hal itu lantaran rendahnya konsumsi kilang setelah musim panas di Amerika Serikat (AS).
Sementara melemahnya perekonomian Asia dan tingginya produksi minyak global menimbulkan kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan.
Minyak mentah berjangka AS diperdagangkan pada USD41,84/barel pada pukul 08.14 WIB, melemah 3 sen dibanding hari sebelumnya dan tidak jauh dari posisi terendah enam tahun pada awal pekan ini. Minyak berjangka Brent di USD48,61/barel, turun 13 sen tapi masih jauh dari level terendah tahun ini di USD45,19.
Kedua minyak mentah ini hampir terkoreksi 0,33% dari level tertinggi terakhir pada Mei, dan analis mengatakan bahwa potensi koreksi lebih dalam masih terbuka.
"Risiko penurunan masih tetap berada di pasar-pasar utama, terutama bijih besi dan minyak mentah pada bulan depan," kata ANZ Bank, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (18/8/2015).
ANZ menjelaskan, dari sisi permintaan, kilang AS secara normal akan mulai mengurangi operasional mereka segera pada September dari 9 dari 10 tahun terakhir karena lemahnya permintaan bensin.
"Situasi saat ini menunjukkan bahwa kita dapat menyaksikan kenaikan stok minyak mentah AS dalam beberapa bulan mendatang," imbuh ANZ.
Sementara melemahnya perekonomian Asia dan tingginya produksi minyak global menimbulkan kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan.
Minyak mentah berjangka AS diperdagangkan pada USD41,84/barel pada pukul 08.14 WIB, melemah 3 sen dibanding hari sebelumnya dan tidak jauh dari posisi terendah enam tahun pada awal pekan ini. Minyak berjangka Brent di USD48,61/barel, turun 13 sen tapi masih jauh dari level terendah tahun ini di USD45,19.
Kedua minyak mentah ini hampir terkoreksi 0,33% dari level tertinggi terakhir pada Mei, dan analis mengatakan bahwa potensi koreksi lebih dalam masih terbuka.
"Risiko penurunan masih tetap berada di pasar-pasar utama, terutama bijih besi dan minyak mentah pada bulan depan," kata ANZ Bank, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (18/8/2015).
ANZ menjelaskan, dari sisi permintaan, kilang AS secara normal akan mulai mengurangi operasional mereka segera pada September dari 9 dari 10 tahun terakhir karena lemahnya permintaan bensin.
"Situasi saat ini menunjukkan bahwa kita dapat menyaksikan kenaikan stok minyak mentah AS dalam beberapa bulan mendatang," imbuh ANZ.
(rna)
Lihat Juga :