BLU CPO Fund Teken Kontrak Kembangkan Industri Sawit

Selasa, 18 Agustus 2015 - 12:10 WIB
BLU CPO Fund Teken Kontrak...
BLU CPO Fund Teken Kontrak Kembangkan Industri Sawit
A A A
JAKARTA - Badan Layanan Umum (BLU) yang mengelola dana kelapa sawit (CPO Fund) hari ini di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta melakukan kontrak kerja sama untuk pengembangan sawit berkelanjutan dan launching biodiesel 15%.

Menurutnya, pelaksanaan kontrak tersebut akan berjalan efektif mulai 17 Agustus 2015. Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPS) Bayu Krisnamurthi mengatakan, pengelolaan ini sudah dimulai sejak 16 Juli 2015 dengan pemberlakukan pungutan.

"Ini berlaku untuk pungutan sebesar USD50 per ton untuk produk CPO murni, dan USD30 untuk produk olahannya. Dari ekspor produk olahan ini mendominasi 75% dari ekspor," kata Bayu di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/7/2015).

Meski demikian, pihaknya akan melakukan tiga bentuk kerja sama yang akan berlaku mulai 17 Agustus 2015. Kontrak kerja sama tersebut terdiri dari kerja sama dengan perbankan milik negara, riset perkebunan, dan produsen biodiesel.

Perbankan milik negara tersebut akan mmbantu mencoba mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

"BLU dengan perbankan nasional akan mencoba mewujudkan sawit Indonesia berkelanjutan. Perbankan akan bantu sawit Indonesia untuk mengambil pungutan. Pada waktunya akan menyalurkan kredit dan bentuk dukungan lain pada petani," kata dia.

Lembaga keuangan tersebut, lanjut dia, yaitu Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI. Kemudian, kerja sama kedua akan dilakukan bersama dengan lembaga penelitian yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara yang akan melaksanakan penelitian dan pengembangan sawit.

Untuk kerja sama ketiga, akan ada kontrak penjualan dengan beberapa produsen bio diesel dengan PT Pertamina dan PT AKR Corporindo.

"Untuk jumlah biodiesel mulai hari ini hingga Oktober 339 ribu kiloliter (KL). Akan dalam proses pembahasan kontrak baru 426 ribu KL. Dapat diserap hingga akhir tahun 765 ribu KL untuk PS," ungkap dia .

Adapun kontrak kerja sama yang dilaksanakan yaitu:
1. Pertamina dengan Wilmar Bio Energi Indoensia
2. Pertamina dengan Wilmar Nabati
3. Pertamina dengan Eterindo Wahanatama
4. Pertamina dengan Musim Mas
5. Pertamina dengan Pelita Agung
6. Pertamina dengan Darmex
7. AKR dengan Wilmar Bio Energi Indonesia‎
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
33 menit yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
39 menit yang lalu
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
1 jam yang lalu
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
1 jam yang lalu
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
1 jam yang lalu
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved