Ekonom Ramal BI Tahan Suku Bunga 6%, Ini Alasannya

Rabu, 20 November 2024 - 13:50 WIB
loading...
Ekonom Ramal BI Tahan...
Bank Indonesia (BI) diproyeksikan kembali menahan suku bunga acuan di level 6 persen. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diproyeksikan kembali menahan suku bunga acuan di level 6 persen dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 19 dan 20 Oktober 2024. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor.

Menurut Praktisi Sistem Pembayaran dan Pengamat Perbankan Arianto Muditomo, keputusan BI mengenai suku bunga acuan saat ini akan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti tingkat inflasi yang tetap rendah hingga kebijakan The Fed.

"Dengan pertimbangan diatas, saya memperkirakan BI akan memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan di rentang 5,75 persen sampai dengan 6 persen (mempertahankan)," ujar Arianto, Rabu (20/11/2024).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp6.763 Triliun, Ini Sebabnya

Arianto menjelaskan, faktor utama yang akan memengaruhi turunnya suku bunga adalah tingkat inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar Rupiah yang memberikan ruang untuk pelonggaran moneter, serta kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang diproyeksikan menurunkan suku bunga lebih cepat.

Adapun tingkat inflasi rendah ini mengakhiri masa deflasi yang sebelumnya terjadi dalam beberapa bulan. Arianto menilai dampak terhadap bank belum akan terlalu dirasakan mengingat belum ada tanda BI akan menaikkan suku bunga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Empat Tahun Persiapan...
Empat Tahun Persiapan Tim, Spanyol Akhirnya Tembus Final Piala Dunia 2026
Dituduh Untungkan Spanyol,...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
Berita Terkini
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved