BI Tahan Suku Bunga Acuan 7,5% sejak Februari
Selasa, 18 Agustus 2015 - 15:44 WIB
BI Tahan Suku Bunga Acuan 7,5% sejak Februari
A
A
A
JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 7,50%. Keputusan ini dilakukan untuk mencapai sasaran inflasi 4 plus minus 1% pada 2015 dan 2016.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, RDG juga memutuskan untuk menahan suku bunga deposit facility 5,50% dan lending facility pada level 8,00%.
Bank Indonesia saat ini juga tengah fokus ke upaya penguatan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap anjloknya mata uang asing sebagai imbas dari penguatan USD.
"Fokus kebijakan kita saat ini menjaga stabilitas rupiah, di tengah ketidakpastian global dan pelemahan mata uang negara berkembang," kata Agus di Jakarta, Selasa (18/8/2015).
Selain itu, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah tidak hanya dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tetapi juga dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Untuk itu, BI mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural untuk menumbuhkan optimisme pelaku ekonomi terhadap perbaikan prospek ekonomi Indonesia," pungkasnya.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, RDG juga memutuskan untuk menahan suku bunga deposit facility 5,50% dan lending facility pada level 8,00%.
Bank Indonesia saat ini juga tengah fokus ke upaya penguatan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap anjloknya mata uang asing sebagai imbas dari penguatan USD.
"Fokus kebijakan kita saat ini menjaga stabilitas rupiah, di tengah ketidakpastian global dan pelemahan mata uang negara berkembang," kata Agus di Jakarta, Selasa (18/8/2015).
Selain itu, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah tidak hanya dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tetapi juga dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Untuk itu, BI mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural untuk menumbuhkan optimisme pelaku ekonomi terhadap perbaikan prospek ekonomi Indonesia," pungkasnya.
(izz)