Jokowi Beri Perhatian Khusus Energi Terbarukan

Rabu, 19 Agustus 2015 - 12:40 WIB
Jokowi Beri Perhatian...
Jokowi Beri Perhatian Khusus Energi Terbarukan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan memberi perhatian khusus terhadap energi baru dan terbarukan, mengingat potensinya yang melimpah di dalam negeri.

Dia menyebut, penggunaan energi fosil saat ini masih sangat besar atau sekitar 95% dari bauran energi nasional. Sebab itu, pemerintah ke depan akan serius memberikan perhatian kepada energi baru dan terbarukan.

"‎Masalah yang berkaitan dengan insentif, tarif dan perizinan, hal yang berkaitan dengan energi baru terbarukan akan kita beri perhatian khusus. Entah dengan kenaikan tarif, izin dan lain-lain," katanya dalam acara The 4th Indonesia EBTKE Conex 2015 di JCC, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut, kekuatan panas bumi di Indonesia mencapai 29.000 megawatt (MW) dan menjadi kekuatan serta potensi yang luar biasa. Jika diperlukan, Jokowi mengusulkan pembentukan BUMN khusus untuk menangani hal tersebut.

"Kalau diperlukan untuk geothermal dibentuk BUMN khusus ngurus ini karena kita sampai ke Papua punya potensi yang sangat besar. Perhatian khusus ke bidang ini harus betul-betul kita berikan," imbuh dia.

Kendati saat ini harga minyak dunia sedang mengalami penurunan, namun Jokowi mengimbau investor yang bergerak di bidang energi baru dan terbarukan untuk tidak khawatir.

"Karena ke depan arah kita jelas sekali. Kita harus konsisten ke depan mengarah ke bidang ini, sehingga investasi di bidang energi baru terbarukan terus akan kita dorong karena kita memiliki potensi yang besar dan berlimpah," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Sikapi BUMN Sakit, Jokowi:...
Sikapi BUMN Sakit, Jokowi: Tidak Ada Lagi yang Namanya Proteksi
Dicopot dari Jabatan...
Dicopot dari Jabatan Komisaris, Immanuel Ebenezer Akan Tetap Bela Jokowi
Jokowi Restui Pembentukan...
Jokowi Restui Pembentukan Holding BUMN Pangan
Soal Adaptasi Teknologi,...
Soal Adaptasi Teknologi, Jokowi: Tidak Bisa Tidak Kita Ini Balapan
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
38 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved