Sikapi BUMN Sakit, Jokowi: Tidak Ada Lagi yang Namanya Proteksi
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:22 WIB
loading...
Presiden Jokowi menyatakan enggan untuk menyelamatkan BUMN yang sakit. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) ogah mempertahankan badan usaha milik negara ( BUMN ) yang sudah sakit. Kepala Negara ingin perusahaan pelat merah tersebut ditutup saja jika tidak mampu bersaing dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
Demikian disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagaimana dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/10/2021).
Baca juga: Soal Adaptasi Teknologi, Jokowi: Tidak Bisa Tidak Kita Ini Balapan
"Kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN banyak terlalu keseringan kita proteksi, sakit, tambahin PMN (penyertaan modal negara), sakit, kita suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali dan akhirnya itu yang mengurangi nilai yang tadi saya sampaikan," tandasnya.
Jokowi tidak ingin BUMN sakit yang disuntik PMN terus-menerus dan merasa nyaman sehingga tidak berani berinovasi dan mengambil risiko. Akhirnya perusahaan pelat merah tersebut tidak maju-maju, bahkan merugi.
"Berkompetisi gak berani, bersaing gak berani, mengambil risiko gak berani. Bagaimana profesionalisme kalau itu tidak dijalankan? Jadi tidak ada lagi yang namanya proteksi-proteksi, sudah, lupakan Pak Menteri yang namanya proteksi," imbuh dia.
Menurut Jokowi, pihaknya ingin BUMN membangun core value sehingga perusahaan dan manajemennya merasa percaya diri. Apalagi direksi yang terpilih telah diseleksi secara ketat dan merupakan orang yang cerdas.
Demikian disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagaimana dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/10/2021).
Baca juga: Soal Adaptasi Teknologi, Jokowi: Tidak Bisa Tidak Kita Ini Balapan
"Kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN banyak terlalu keseringan kita proteksi, sakit, tambahin PMN (penyertaan modal negara), sakit, kita suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali dan akhirnya itu yang mengurangi nilai yang tadi saya sampaikan," tandasnya.
Jokowi tidak ingin BUMN sakit yang disuntik PMN terus-menerus dan merasa nyaman sehingga tidak berani berinovasi dan mengambil risiko. Akhirnya perusahaan pelat merah tersebut tidak maju-maju, bahkan merugi.
"Berkompetisi gak berani, bersaing gak berani, mengambil risiko gak berani. Bagaimana profesionalisme kalau itu tidak dijalankan? Jadi tidak ada lagi yang namanya proteksi-proteksi, sudah, lupakan Pak Menteri yang namanya proteksi," imbuh dia.
Menurut Jokowi, pihaknya ingin BUMN membangun core value sehingga perusahaan dan manajemennya merasa percaya diri. Apalagi direksi yang terpilih telah diseleksi secara ketat dan merupakan orang yang cerdas.
Lihat Juga :