Pengamat Akui Proyek Listrik 35.000 MW Sulit Tercapai

Kamis, 20 Agustus 2015 - 12:45 WIB
Pengamat Akui Proyek...
Pengamat Akui Proyek Listrik 35.000 MW Sulit Tercapai
A A A
JAKARTA - Direktur Center for Indonesian Resources Strategic Studies Budi Santoso mengakui, proyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) memang sulit tercapai.

Hal tersebut dikatakan menanggapi pernyataan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang pesimistis bahwa proyek listrik cita-cita pemerintah tersebut dapat terealisasi.

"Sebenarnya kalau kita lihat dari apa yang sudah terjadi kayak program 10.000 MW, kalau pemerintah tidak melakukan perubahan secara substansial maka 35.000 MW itu bisa susah dicapai," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Dia mengungkapkan, saat ini berbagai kendala substansial menjadi ganjalan terbesar dalam proyek listrik 35.000 MW. Kendala substansial tersebut, di antaranya proses perizinan, pembebasan lahan, harga serta ego sektoral antara PT PLN (Persero) dan pemerintah daerah.

"Jadi, kalau itu tidak dirombak secara revolusi, 35.000 MW tidak akan mungkin terwujud. Kendala-kendala itu banyak kalau hanya mengacu business as usual," imbuh dia.

Selain itu, Budi menyayangkan keputusan pemerintah untuk membangun proyek listrik 35.000 MW dengan komponen 50% berbasis batu bara dan 50% berbasis gas. Seharusnya, menurut dia, proyek listrik 35.000 MW seluruhnya berbasis batu bara, mengingat Indonesia saat ini kelebihan batu bara.

"Sudah tahu bahwa kita kelebihan batu bara, kenapa kok enggak 100% batu bara saja? Itu lebih mudah untuk mencapai pembangkit dengan daya yang tinggi," terangnya.

Menurut dia, batu bara juga membutuhkan teknologi yang lebih mudah serta harga yang relatif terjangkau ketimbang gas.

"Karena gas itu kan mahal dan mending gas itu dipakai untuk kepentingan lain seperti untuk pupuk, industri petrokimia, biarkan batu bara untuk bahan bakar," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved