Menkeu Marah Pemerintah Dinilai Sengaja Lemahkan Rupiah
Kamis, 20 Agustus 2015 - 14:57 WIB
Menkeu Marah Pemerintah Dinilai Sengaja Lemahkan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro marah ketika ada yang berceloteh bahwa pemerintah sengaja melemahkan rupiah karena kondisi mata uang negara lain juga melemah.
"Heh, enggak boleh ngomong gitu ya. Enggak ada yang sengaja melakukan ini. Ini kita ikuti mekanisme. Saya enggak suka kalau ada yang nyeloteh begitu," kata Bambang di Gedung DPR RI, Kamis (20/8/2015).
Kenyataan yang terjadi saat ini, rupiah memang jadi susah menguat karena mata uang yang lain juga melemah. Jika rupiah diperkuat secara sengaja oleh pemerintah, sedangkan mata uang negara lain sedang melemah, maka daya saing terganggu.
Saat ini, lanjut Bambang, pemerintah lebih fokus melihat ke kondisi fundamentalnya. Meskipun saat ini rupiah sedang dalam kondisi undervalue.
"Tapi yang sekarang memang sangt undervalue ya, jadi harus diupayakan lebih diperkuat. Dari dulu rupiah katanya karena current account deficit (CAD), sekarang CAD sudah menguat kenapa rupiah tetap melemah yang hari ini bukan karena fundamental nya tapi yang hari ini karena global," pungkasnya.
"Heh, enggak boleh ngomong gitu ya. Enggak ada yang sengaja melakukan ini. Ini kita ikuti mekanisme. Saya enggak suka kalau ada yang nyeloteh begitu," kata Bambang di Gedung DPR RI, Kamis (20/8/2015).
Kenyataan yang terjadi saat ini, rupiah memang jadi susah menguat karena mata uang yang lain juga melemah. Jika rupiah diperkuat secara sengaja oleh pemerintah, sedangkan mata uang negara lain sedang melemah, maka daya saing terganggu.
Saat ini, lanjut Bambang, pemerintah lebih fokus melihat ke kondisi fundamentalnya. Meskipun saat ini rupiah sedang dalam kondisi undervalue.
"Tapi yang sekarang memang sangt undervalue ya, jadi harus diupayakan lebih diperkuat. Dari dulu rupiah katanya karena current account deficit (CAD), sekarang CAD sudah menguat kenapa rupiah tetap melemah yang hari ini bukan karena fundamental nya tapi yang hari ini karena global," pungkasnya.
(izz)