Empat Hal yang Bikin Rupiah Tersakiti USD Akhir Pekan Ini
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 21:27 WIB
Empat Hal yang Bikin Rupiah Tersakiti USD Akhir Pekan Ini
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang mengungkapkan, ada empat hal yang membuat rupiah semakin tersakiti menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir pekan ini.
Pertama, buruknya data ekonomi yang dirilis China, sehingga dikhawatirkan perekonomian dunia menjadi makin melambat. "Negara China ini nomor dua perekonomian terbesar di dunia, data manufaktur jelek hari ini," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Kedua, perkiraan akan naiknya suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dilakukan pada awal September mendatang. Ketiga, perkiraan masih akan buruknya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III. PDB diyakini tidak lebih baik dari kuartal II lalu.
"Keempat, aksi dorong jualan besar, jual rupiah beli USD. Kita lihat hampir sentuh Rp15.000/USD," jelas Edwin.
Selain itu, harga bahan komoditas membuat likuiditas di market jadi semakin kecil, sehingga banyak yang memburu mata uang negara Paman Sam tersebut. "Harga bahan komoditas buat likuiditas di market kecil, makanya memburu banyak USD padahal suplai terbatas," tandasnya.
Baca juga:
Rupiah Melemah, BI Jaga Fundamental Ekonomi
Rupiah Dekati Rp14.000/USD Dihantam Data Ekonomi China
DKI Jakarta Provinsi dengan Dana Mangkrak Terbesar
Pertama, buruknya data ekonomi yang dirilis China, sehingga dikhawatirkan perekonomian dunia menjadi makin melambat. "Negara China ini nomor dua perekonomian terbesar di dunia, data manufaktur jelek hari ini," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Kedua, perkiraan akan naiknya suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dilakukan pada awal September mendatang. Ketiga, perkiraan masih akan buruknya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III. PDB diyakini tidak lebih baik dari kuartal II lalu.
"Keempat, aksi dorong jualan besar, jual rupiah beli USD. Kita lihat hampir sentuh Rp15.000/USD," jelas Edwin.
Selain itu, harga bahan komoditas membuat likuiditas di market jadi semakin kecil, sehingga banyak yang memburu mata uang negara Paman Sam tersebut. "Harga bahan komoditas buat likuiditas di market kecil, makanya memburu banyak USD padahal suplai terbatas," tandasnya.
Baca juga:
Rupiah Melemah, BI Jaga Fundamental Ekonomi
Rupiah Dekati Rp14.000/USD Dihantam Data Ekonomi China
DKI Jakarta Provinsi dengan Dana Mangkrak Terbesar
(dmd)