Rupiah Tembus Rp14.000/USD, DPR Minta BPK Audit BI
Senin, 24 Agustus 2015 - 17:59 WIB
Rupiah Tembus Rp14.000/USD, DPR Minta BPK Audit BI
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit tertentu kepada Bank Indonesia (BI) untuk menelusuri penyebab melemahnya nilai tukar rupiah hingga tembus Rp14.000/USD. (Baca: Rupiah Makin Kritis Dihajar Sentimen Global).
"Dengan keadannya demikian, kalau sampai dolar mencapai Rp14 ribu lebih, saya rasa sudah saatnya Komisi XI mengundang BPK untuk mengadakan audit dengan tujuan tertentu terhadap Bank Indonesia," ujar Setya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2015).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) itu meyakini, BPK dapat memberikan masukan kepada DPR dan pemerintah terkait kondisi krisis moneter saat ini. (Baca: Rupiah Makin Kritis, Ini Komentar Chatib Basri).
"Bagaimana juga situasi keadaan BI, mengenai stok, apakah masih dalam jumlah yang tepat ataukah berkurang, dan hal-hal lain yang perlu ditindak lanjuti," tandas Setya.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan hari ini berakhir makin kritis dihajar sentimen global.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp14.063/USD. Posisi ini anjlok 108 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.955/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pada level Rp14.050/USD. Posisi tersebut memburuk 109 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.941/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.045/USD, dengan kisaran harian Rp13.777-Rp14.092/USD. Posisi ini merosot 102 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.943/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.998/USD, melemah 105 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.893/USD.
Baca Juga:
Rupiah Jeblok, Jokowi Minta Pemerintah Tingkatkan Belanja
Beli USD Dua Bulan ke Depan Rp15.000/USD
Rupiah Ambruk, Pemerintah Jangan Salahkan Global
"Dengan keadannya demikian, kalau sampai dolar mencapai Rp14 ribu lebih, saya rasa sudah saatnya Komisi XI mengundang BPK untuk mengadakan audit dengan tujuan tertentu terhadap Bank Indonesia," ujar Setya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2015).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) itu meyakini, BPK dapat memberikan masukan kepada DPR dan pemerintah terkait kondisi krisis moneter saat ini. (Baca: Rupiah Makin Kritis, Ini Komentar Chatib Basri).
"Bagaimana juga situasi keadaan BI, mengenai stok, apakah masih dalam jumlah yang tepat ataukah berkurang, dan hal-hal lain yang perlu ditindak lanjuti," tandas Setya.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan hari ini berakhir makin kritis dihajar sentimen global.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp14.063/USD. Posisi ini anjlok 108 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.955/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pada level Rp14.050/USD. Posisi tersebut memburuk 109 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.941/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.045/USD, dengan kisaran harian Rp13.777-Rp14.092/USD. Posisi ini merosot 102 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.943/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.998/USD, melemah 105 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.893/USD.
Baca Juga:
Rupiah Jeblok, Jokowi Minta Pemerintah Tingkatkan Belanja
Beli USD Dua Bulan ke Depan Rp15.000/USD
Rupiah Ambruk, Pemerintah Jangan Salahkan Global
(izz)