Harga Minyak Naik Tipis Setelah Bursa China Merosot

Selasa, 25 Agustus 2015 - 10:01 WIB
Harga Minyak Naik Tipis...
Harga Minyak Naik Tipis Setelah Bursa China Merosot
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah naik tipis, namun tetap didekat posisi terendah 6,5 tahun pada Selasa, setelah sempat anjlok 6% pada sesi sebelumnya setelah bursa saham China merosot dan menular ke pasar global.

Bursa saham Asia kembali terkoreksi pada Selasa, dengan indeks saham utama China dan Jepang melemah lagi pada awal perdagangan, dipicu kekhawatiran kejatuhan perekonomian China.

Pasar minyak mentah bereaksi hati-hati pada awal perdagangan, dengan naik tipis dan tetap pada tingkat yang sebanding dengan puncak krisis keuangan global pada 2009 lantaran khawatir atas prospek ekonomi di China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Hal itu setidaknya sama sebesar kekhawatiran sebelumnya terhadap kelebihan pasokan yang telah menjangkiti pasar selama lebih dari setahun.

Minyak mentah berjangka Amerika Serikat diperdagangkan naik 32 sen menjadi USD38,56/barel, sementara minyak Brent naik 27 sen menjadi USD42,96.

Goldman Sachs mengatakan bahwa gejolak China untuk sementara ini tidak akan menyebabkan resesi global.

"Kelemahan ekonomi dan uang di China dan pasar negara berkembang lainnya tidak akan membawa ekonomi global ke dalam resesi," kata Goldman Sach, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (25/8/2015)

Sementara ANZ Bank mengatakan bahwa penurunan tajam harga minyak sebelumnya didorong oleh kekhawatiran melambatnya permintaan dari China.

Produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah mencapai rekor dalam upaya untuk menekan kompetisi terutama dari produsen AS. Tapi mereka sejauh ini mempertahankan harga dan terus memproduksi minyak.

Analis Reuters Wang Tao mengatakan bahwa minyak mentah AS bisa jatuh ke USD37,05/barel dan Brent bisa ke USD40,29/barel.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
14 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved