Ekonomi Loyo, Pemerintah Jangan Lagi Cari Kambing Hitam

Jum'at, 28 Agustus 2015 - 01:07 WIB
Ekonomi Loyo, Pemerintah...
Ekonomi Loyo, Pemerintah Jangan Lagi Cari Kambing Hitam
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) diminta tidak lagi mencari kambing hitam atas pelemahan ekonomi dan tidak berdayanya mata uang rupiah terhadap dolar AS (USD). Tindakan menyalahkan pemerintahan sebelumnya secara terbuka dinilai tidak elok.

"Jangan sibuk menyiapkan daftar nama siapa saja yang akan disalah-salahkan. Ini sekaligus membuka kepada publik bahwa pemerintahan Jokowi tidak mampu mengatasinya," ujar politisi Partai Demokrat Jemmy Setiawan dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2015).

Dia menyadari, ekonomi global memang sedang tidak menentu. USD terus meroket, akhirnya berefek pada naiknya harga-harga barang kebutuhan masyarakat. Atas kondisi ini pemerintahan Jokowi-JK tidak sepatutnya menyalahkan pemerintahan sebelumnya. (Baca: HT: Rupiah Terus Melemah Kesenjangan Meningkat)

"Presiden Jokowi sebaiknya bersedia sedikit menundukkan egonya. Sadar bahwa penyelamatan ini harus dilakukan bersama-sama. Tumbuhkan kesadaran kolektif semua pihak, bahwa yang tengah terjadi bukan persoalan pemerintah saja, tapi juga persoalan semua elemen," tuturnya. (Baca: SBY Minta Jokowi Belajar dari Krisis 2008)

Presiden bisa memulainya dengan menemui dan mengumpulkan tokoh bangsa yang punya kapasitas untuk membantu menyelesaikan persoalan ekonomi. Presiden harus mengenyampingkan perbedaan dan secara tegas menginstruksikan kepada jajarannya untuk bicara dengan langgam yang sama.

Dia mengingatkan, tindakan melempar kesalahan kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ataupun pemerintahan jauh sebelumnya, alih-alih menuai pujian justru membuat simpati rakyat berkurang. (Baca: SBY Sarankan Bentuk Manajemen Krisis)

Menurut Jemmy, bangsa yang besar adalah yang berhasil keluar dari cobaan-cobaan berat. "Stop saling serang dan saling menyalahkan. Mulailah merangkul semua pihak untuk kepentingan bangsa. Berbeda dalam pemikiran bukan berati tidak cinta Indonesia. Rangkul dengan tak pandang bulu dari latar belakang manapun figur-figur terbaik," tandasnya.

Baca juga:

Solusi HT Atasi Pelemahan Ekonomi

Jangan Remehkan Kondisi Ekonomi

HT: Kebijakan Penghambat Investasi Harus Direvisi

China Kolaps Seret Seperempat Negara di Dunia

Ekonomi Melemah, Bos IMF Akan Datangi Indonesia

USD Mahal, Wisata ke Luar Negeri Merosot Hampir 50%
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
37 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
1 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
11 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved