Ekonomi Lesu, Pengusaha Minta Pemerintah Tak Saling Tuding

Minggu, 30 Agustus 2015 - 11:15 WIB
Ekonomi Lesu, Pengusaha...
Ekonomi Lesu, Pengusaha Minta Pemerintah Tak Saling Tuding
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah tidak saling tuding dan menyalahkan atas lesunya kondisi ekonomi dan rupiah yang terus melorot.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang meyakini pemerintah mampu mengatasi pelemahan ekonomi yang terjadi saat ini. Namun, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menyamakan persepsi.

"Karena kami dari kalangan dunia usaha, terus terang saja melihat yang terjadi saat ini adalah saling menyalahkan. DPR ngomong seperti ini, pengamat ngomong seperti ini, pemerintah ngomong seperti ini," ujarnya kepada Sindonews.

Menurutnya, baik pemerintah, parlemen maupun pengusaha harus menghilangkan ego sektoral mereka masing-masing dan menyatukan persepsi agar kondisi ekonomi Indonesia kembali stabil.

"Bagaimana betul-betul kita mampu membuat kondisi ekonomi kita ini kembali dipercaya pasar, dan tren rupiah kita semakin menguat," imbuhnya.

Sebab, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini membuat kondisi ekonomi di Tanah Air semakin tidak kondusif. Pengusaha pun menjadi gelisah jika kondisi perekonomian Indonesia tidak menunjukkan perbaikan.

"Yang kami harapkan, bagaimana pemerintah mampu mengambil langkah taktis dan strategis untuk mengatasi berbagai kondisi ekonomi kita, terutama melihat kondisi rupiah yang semakin anjlok," tandasnya.

Seperti diketahui, pada penutupan perdagangan sore kemarin nilai tukar rupiah terhadap USD masih bertengger di level Rp14.000 per USD. Kendati posisi tersebut sedikit membaik dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI akhir pekan berada pada level Rp14.011 per USD, menguat 117 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.128 per USD.

Baca juga:

Jaga Rupiah, BI Ubah Batas Maksimum Pembelian Valas

Indef: Sebelum Rupiah Melorot UMKM Sudah Terkapar

Indef: Tidak Ada Dewa Penyelamat seperti Krisis 1998
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat Ditopang...
Rupiah Menguat Ditopang Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi RI
Jika Rupiah Tembus Rp20...
Jika Rupiah Tembus Rp20 Ribu, Akademisi Proyeksikan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3%
Rupiah Betah Nangkring...
Rupiah Betah Nangkring di Atas Rp16.200, Ekonomi RI dalam Ancaman
Inflasi Terkendali,...
Inflasi Terkendali, Rupiah Stabil: Pemerintah Jaga Kepercayaan Investor
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,4%, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.894
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Berita Terkini
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
14 menit yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
25 menit yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
43 menit yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
45 menit yang lalu
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
52 menit yang lalu
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved