Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,4%, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.894
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 18:10 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 38 poin di level Rp 14.894 atas dolar AS dalam perdagangan sore ini. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 38 poin di level Rp 14.894 atas dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan sore ini.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan menguatnya mata uang garuda ini karena capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2022 yang mencapai 5,44% year on year (yoy).
"Banyak ekonom yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2022 akan berkisar 4,88% sampai 5,2%. Namun dalam rilis hari ini, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2022 mencapai 5,44%," ujar Ibrahim dalam rilisnya, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: Gara-gara 30 Negara Terjebak Utang di Atas 100%, Rupiah Ambles Dekati Rp15.000
Dia menjelaskan apabila dilihat dari leading indikator konsumsi pada 2022, sebagian besar indikator konsumsi mencatatkan kondisi yang solid seperti mobilitas masyarakat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan eceran, penjualan otomotif, pertumbuhan uang beredar (M2) dan inflasi sisi permintaan.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan menguatnya mata uang garuda ini karena capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2022 yang mencapai 5,44% year on year (yoy).
"Banyak ekonom yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2022 akan berkisar 4,88% sampai 5,2%. Namun dalam rilis hari ini, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2022 mencapai 5,44%," ujar Ibrahim dalam rilisnya, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: Gara-gara 30 Negara Terjebak Utang di Atas 100%, Rupiah Ambles Dekati Rp15.000
Dia menjelaskan apabila dilihat dari leading indikator konsumsi pada 2022, sebagian besar indikator konsumsi mencatatkan kondisi yang solid seperti mobilitas masyarakat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan eceran, penjualan otomotif, pertumbuhan uang beredar (M2) dan inflasi sisi permintaan.
Lihat Juga :