IHSG Diperkirakan Bakal Diwarnai Profit Taking
Senin, 31 Agustus 2015 - 08:14 WIB
IHSG Diperkirakan Bakal Diwarnai Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak variatif (mixed) cenderung diwarnai aksi ambil untung (profit taking).
"IHSG akan berada pada kisaran 4.350-4.470," ujarnya di Jakarta, Senin (31/8/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen selanjutnya di awal pekan dan menjelang awal bulan September akan datang dari dalam negeri, seperti tingkat inflasi inti tahunan yang diperkirakan meningkat dari 4,94% dari 4,86%.
Selanjutnya tingkat kepercayaan investor melambat 108,7 dari 109,9 dan cadangan devisa bulan Agustus. menurut dia, data yang akan keluar pada awal bulan akan membuat investor khawatir dan tekanan jual dan aksi profit taking pun akan terlihat.
Sementara IHSG akhir pekan lalu kembali ditutup menguat 15,57 poin atau sebesar 0,35% di level 4.446,20 setelah sempat kembali pada level 4.500 di awal sesi.
Pergerakan yang diwarnai aksi profit taking ini membuat sektor konsumer menjadi indeks sektoral yang paling dalam terkoreksi.
Rupiah yang berhasil tertahan pada level dibawah Rp14.000/USD tidak mampu membuat investor asing terus kembali mencatatkan net buy, dibuktikan aksi net sell kembali terlihat sebesar Rp140,46 miliar.
"IHSG akan berada pada kisaran 4.350-4.470," ujarnya di Jakarta, Senin (31/8/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen selanjutnya di awal pekan dan menjelang awal bulan September akan datang dari dalam negeri, seperti tingkat inflasi inti tahunan yang diperkirakan meningkat dari 4,94% dari 4,86%.
Selanjutnya tingkat kepercayaan investor melambat 108,7 dari 109,9 dan cadangan devisa bulan Agustus. menurut dia, data yang akan keluar pada awal bulan akan membuat investor khawatir dan tekanan jual dan aksi profit taking pun akan terlihat.
Sementara IHSG akhir pekan lalu kembali ditutup menguat 15,57 poin atau sebesar 0,35% di level 4.446,20 setelah sempat kembali pada level 4.500 di awal sesi.
Pergerakan yang diwarnai aksi profit taking ini membuat sektor konsumer menjadi indeks sektoral yang paling dalam terkoreksi.
Rupiah yang berhasil tertahan pada level dibawah Rp14.000/USD tidak mampu membuat investor asing terus kembali mencatatkan net buy, dibuktikan aksi net sell kembali terlihat sebesar Rp140,46 miliar.
(rna)
Lihat Juga :