Rupiah Berpeluang Perpanjang Depresiasi
Selasa, 01 September 2015 - 08:40 WIB
Rupiah Berpeluang Perpanjang Depresiasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berpeluang memperpanjang depresiasi jelang rilis inflasi.
"Mulai adanya pelemahan kembali pada laju rupiah membuat kami waspada akan adanya pelemahan lanjutan, terutama jika rilis inflasi tidak sesuai dengan perkiraan pelaku pasar," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (1/9/2015).
Karena itu, dia meminta pelaku padar untuk tetap mewaspadai berbagai sentimen yang ada. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.019-14.036/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.027/USD, melemah 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.011/USD.
Pasca mengalami kenaikan, laju rupiah keamrin melemah tipis. Padahal laju USD di pasar spot global sedang mengalami pelemahan terhadap laju yen.
Antisipasi akan pelemahan data-data manufaktur global yang akan dirilis di awal pekan ini, yang merupakan awal September memberikan tekanan pada mayoritas mata uang, sehingga pelaku pasar berbalik beralih pada mata uang yang dinilai safe haven, yaitu yen.
Dari dalam negeri, pelaku pasar bersikap wait & see terhadap rilis data inflasi yang akan dirilis, sehingga membuat laju rupiah tertahan kenaikannya.
"Mulai adanya pelemahan kembali pada laju rupiah membuat kami waspada akan adanya pelemahan lanjutan, terutama jika rilis inflasi tidak sesuai dengan perkiraan pelaku pasar," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (1/9/2015).
Karena itu, dia meminta pelaku padar untuk tetap mewaspadai berbagai sentimen yang ada. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.019-14.036/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.027/USD, melemah 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.011/USD.
Pasca mengalami kenaikan, laju rupiah keamrin melemah tipis. Padahal laju USD di pasar spot global sedang mengalami pelemahan terhadap laju yen.
Antisipasi akan pelemahan data-data manufaktur global yang akan dirilis di awal pekan ini, yang merupakan awal September memberikan tekanan pada mayoritas mata uang, sehingga pelaku pasar berbalik beralih pada mata uang yang dinilai safe haven, yaitu yen.
Dari dalam negeri, pelaku pasar bersikap wait & see terhadap rilis data inflasi yang akan dirilis, sehingga membuat laju rupiah tertahan kenaikannya.
(rna)