Pabrik di Serang mulai Merumahkan Karyawan

Rabu, 02 September 2015 - 05:08 WIB
Pabrik di Serang mulai...
Pabrik di Serang mulai Merumahkan Karyawan
A A A
SERANG - Akibat kondisi perekonomian lesu, sejumlah perusahaan terpaksa merumahkan karyawannya. Seperti yang dilakukan PT Central Stell Indonesia, perusahaan baja di kawasan Gorda, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Perusahaan ini sudah mulai meliburkan karyawannya sejak 19 Agustus 2015. Nasib mereka kini terkatung-katung, lantaran pihak perusahaan belum bisa memberikan kejelasan sampai kapan karyawan tersebut bisa kembali bekerja.

"Kami meminta pihak perusahan untuk memberikan kepastian atas diliburkannya seluruh karyawan. Hingga saat ini pihak perusahaan enggan memberikan kepastian terkait di liburkannya seluruh karyawan," ujar salah seorang karyawan PT Central Stell Indonesia, Sugi saat menggelar aksi di depan pabrik, Selasa (1/9/2015).

Dia menduga pihak manajemen tidak akan memenuhi hak karyawan karena aset aset atau alat alat yang ada di dalam pabrik sudah mulai dikeluarkan.

"Justru saat seluruh karyawan libur, pihak perusahaan mengeluarkan aset-aset perusahaan dari dalam pabrik, seperti alat produksi dan yang lainnya. Berawal dari itu, para karyawan curiga perusahaan akan berhenti produksi dan tidak bertanggung jawab atas hak karyawan," jelasnya.

Dia mengakui, semenjak seluruh karyawan diliburkan atau dirumahkan pihak manajemen pabrik telah melakukan mediasi antara karyawan dan perusahaan, namun hingga kini belum ada kejelasan terhadap status mereka.

"Pada 26 Agustus kemarin pihak perusahan telah melakukan mediasi. Mereka (perusahaan) berjanji akan memberikan hak seluruh karyawan sebesar 100% tanpa potongan apapun. Tapi hingga hari ini, pihak perusahaan enggan memberikan kepastian," tandasnya

Baca: Rupiah Terpuruk, 26.000 Buruh Terkena PHK
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Teknologi Ini Diklaim...
Teknologi Ini Diklaim Mampu Cegah PHK Massal di Industri Startup
Samsung Gelar PHK Massal,...
Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam
Ngamuk Rekannya Kena...
Ngamuk Rekannya Kena PHK, Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
7 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved