Alfamart Siapkan Strategi Jaga Pertumbuhan Bisnis

Rabu, 02 September 2015 - 21:46 WIB
Alfamart Siapkan Strategi...
Alfamart Siapkan Strategi Jaga Pertumbuhan Bisnis
A A A
JAKARTA - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menyiapkan beberapa strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah perlambatan ekonomi yang juga menyerang industri ritel tahun ini.

Presiden Direktur Alfamart, Anggara Hans Prawira mengatakan, untuk menghadapi pelemahan daya beli perusahaan menerapkan beberapa strategi. Antara lain, menambah jumlah toko, memanfaatkan teknologi informasi, mengoptimalkan lini bisnis di luar negeri dan pilihan terakhir adalah menaikkan harga jual ke konsumen.

"Opsi terakhir dilakukan ketika suplier atau pemasok menaikkan harga ke Alfamart. Mau tidak mau, kami juga menaikkan harga jual ke konsumen. Biasanya di kisaran 4 hingga 10%," ujarnya.

Meskipun produk yang dipasarkan di toko Alfamart merupakan produk lokal, namun beberapa di antaranya menggunakan bahan baku impor. Akibatnya, ikut terkena imbas pada saat rupiah melemah.

Hans mengakui, opsi menaikkan harga bisa menurunkan daya beli konsumen yang berujung pada melambatnya pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.

Namun, agar roda bisnis tetap berjalan Alfamart memanfaatkan perangkat teknologi, seperti tablet. Tujuannya, guna mengefisiensikan penggunaan kertas dalam setiap laporan transaksi bisnis.

Tak hanya itu, perusahaan ritel ini juga terus menambah toko untuk meningkatkan volume penjualan barang. “Targetnya secara nasional, sekitar 1.200 toko baru sepanjang 2015," terang Hans.

Ekonomi yang lesu juga tidak membuat perusahaan menghentikan ekspansi toko di luar negeri. Hans menyebut, pihaknya akan membuka 100 toko Alfamart di Filipina pada semester II/2015. “Hingga semester pertama, perusahaan telah membuka 60 gerai Alfamart di Filipina,” ujarnya.

Atas kehadiran toko Alfamart di luar negeri, pihaknya berharap bisa menggenjot ekspor produk-produk lokal ke luar negeri. Rupiah yang melemah diharapkan bisa membuat harga produk ekspor ini bersaing.

Hans menambahkan, kondisi perekonomian saat ini adalah tantangan bagi peritel. Karena itu, perusahaan tidak mematok target yang muluk tahun ini. “Target pertumbuhan kami hanya sekitar 6 hingga 10%,” terang Hans.

Dia menegaskan untuk menggairahkan perekonomian nasional tidak cukup hanya mengandalkan festive season, yakni momen Ramadan dan Lebaran. Peritel sangat menunggu belanja pemerintah (government spending).

“Saya berharap anggaran belanja pemerintah segera digulirkan agar mendongkrak daya beli. Proyek infrastruktur yang belum dijalankan pemerintah, misalnya, bisa menstimulus daya beli masyarakat,” jelasnya.

Pemasok Naikkan Harga


Salah satu pemasok peritel, yakni Unilever, dikabarkan mulai menaikkan harga jual sejumlah produk dengan rata-rata 1%, per Agustus 2015. Menurut KDB Daewoo, manajemen Unilever, dalam wawancara sebelumnya, ada tiga strategi utama untuk menghadapi tantangan tahun ini.

Pertama, meningkatkan marjin. Contohnya, melalui promosi penjualan. Kedua, memperkuat jaringan distribusi dengan menambah fasilitas di area yang sudah dikuasai. Ketiga, meluncurkan produk baru untuk mendongkrak marjin keuntungan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gedung Alfamart di Banjar...
Gedung Alfamart di Banjar Kalsel Runtuh, 17 Orang Jadi Korban
Alfamart-Alfamidi Bebaskan...
Alfamart-Alfamidi Bebaskan Biaya Sewa Tenant untuk Lebih dari 12.000 UMKM
Alfamart Resmikan Gerai...
Alfamart Resmikan Gerai ke-1.000 di Filipina
Hari Guru, SGM Eksplor-Alfamart...
Hari Guru, SGM Eksplor-Alfamart Berkolaborasi Apresiasi Guru PAUD dan SD
Festival Warisan Leluhur,...
Festival Warisan Leluhur, Cara Alfamart dan Nestlé Ajak UKM Bangkit
Pernah Kehabisan Bahan...
Pernah Kehabisan Bahan Makanan saat Masak, Begini Curhatan Chef Devina
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
51 menit yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
3 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
4 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
4 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved