Peluang IHSG Reli Masih Ada, Lirik Saham Ini
Jum'at, 04 September 2015 - 08:16 WIB
Peluang IHSG Reli Masih Ada, Lirik Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih memiliki peluang untuk reli jika didukung sentimen global.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, dari pola yang terbentuk belum sepenuhnya mengonfirmasi penguatan lanjutan secara kuat karena masih adanya aksi jual yang kurang lebih hampir sama dengan daya beli.
"Meski peluang penguatan masih ada namun, cukup kecil jika tidak diikuti dengan sentimen positif nantinya. Untuk itu, tetap mewaspadai laju bursa saham global dan sentimen yang ada yang dapat berimbas pada laju IHSG," ujarnya di Jakarta, Jumat (4/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4409-4423 dan resisten 4.453-4.462. Meski terjadi penguatan tipis kemarin, namun cukup membuat laju IHSG dapat bergerak naik membalikan laju pelemahan sebelumnya.
Imbas menguatnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya memberikan pengaruh yang baik pada laju bursa saham Asia yang juga berimbas positif pada laju IHSG.
Pelaku pasar pun memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali mengakumulasi saham-saham yang telah melemah sebelumnya. Akibatnya tentu semua sektor mengalami kenaikan, terutama untuk sektor aneka industri, properti, dan industri dasar.
Bahkan indeks pertambangan pun ikut terangkut kenaikan pasar. Meski dari dalam negeri belum terdapat berita yang cukup signifikan memberikan pengaruhnya ke pasar, namun laju IHSG tertolong oleh positifnya laju bursa saham global.
Masih melemahnya laju rupiah dan asing yang kembali jualan menekan laju IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp533,03 miliar menjadi net sell Rp299,57 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT ADHI Karya Tbk (ADHI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.100-Rp2.265. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.170.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.300-Rp1.485. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.440.
PT Acset Indonusa Tbk (ACST) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.950-Rp4.385. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.285.
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp139-Rp156. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp149.
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.240-Rp3.575. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.485.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp42.550-Rp43.525. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp43.000.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp348-Rp380. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp375.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, dari pola yang terbentuk belum sepenuhnya mengonfirmasi penguatan lanjutan secara kuat karena masih adanya aksi jual yang kurang lebih hampir sama dengan daya beli.
"Meski peluang penguatan masih ada namun, cukup kecil jika tidak diikuti dengan sentimen positif nantinya. Untuk itu, tetap mewaspadai laju bursa saham global dan sentimen yang ada yang dapat berimbas pada laju IHSG," ujarnya di Jakarta, Jumat (4/9/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4409-4423 dan resisten 4.453-4.462. Meski terjadi penguatan tipis kemarin, namun cukup membuat laju IHSG dapat bergerak naik membalikan laju pelemahan sebelumnya.
Imbas menguatnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya memberikan pengaruh yang baik pada laju bursa saham Asia yang juga berimbas positif pada laju IHSG.
Pelaku pasar pun memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali mengakumulasi saham-saham yang telah melemah sebelumnya. Akibatnya tentu semua sektor mengalami kenaikan, terutama untuk sektor aneka industri, properti, dan industri dasar.
Bahkan indeks pertambangan pun ikut terangkut kenaikan pasar. Meski dari dalam negeri belum terdapat berita yang cukup signifikan memberikan pengaruhnya ke pasar, namun laju IHSG tertolong oleh positifnya laju bursa saham global.
Masih melemahnya laju rupiah dan asing yang kembali jualan menekan laju IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp533,03 miliar menjadi net sell Rp299,57 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT ADHI Karya Tbk (ADHI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.100-Rp2.265. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.170.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.300-Rp1.485. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.440.
PT Acset Indonusa Tbk (ACST) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.950-Rp4.385. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.285.
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp139-Rp156. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp149.
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.240-Rp3.575. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.485.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp42.550-Rp43.525. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp43.000.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp348-Rp380. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp375.
(rna)
Lihat Juga :