Jepang dan China Boleh Ajukan Proposal Lagi
Jum'at, 04 September 2015 - 14:54 WIB
Jepang dan China Boleh Ajukan Proposal Lagi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa Jepang dan China boleh mengirimkan kembali proposal unggulan jika masih berminat menggarap proyek kereta cepat (high speed train), meski sudah diputuskan dengan skema business to business (B to B).
"Kepada mereka, saya mengatakan kalau tetap berminat dari proposal-proposal yang masuk akan ditetapkan bidder (penawar) unggulan, baik harganya, pembiayaan, speknya dan segala macamnya supaya dapat harga terbaik, termurah," kata Darmin di Jakarta, Jumat (4/9/2015).
Darmin menjelaskan, yang memberikan tawaran memuaskan, yang akan menang. Jika tidak memuaskan, bisa masuk ke dalam daftar berikutnya.
"Jadi Anda lihat bedanya, sehingga kita sangat yakin dengan rancangan seperti itu. Indnesia akan mendapatkan apa yang kita inginkan, kereta macam apa yang kita perlukan, dia akan berpotongan dengan bis yang mana, akan berpotongan dengan kereta apa, di mana akan dibangun properti di stasiun yang mana," tutur dia.
Sementara mengenai kereta berkecepatan sedang, dia menuturkan, Jepang sudah mendapat arahan ‎dari pemerintah Indonesi pagi tadi.
"Kita menunggu. Menurut dubes Jepang, mereka pulang dari ini akan langsung lapor ke Jepang soal proposal untuk kereta api kecepatan sedang," pungkasnya.
Baca:
Jokowi Serahkan Proyek Kereta Cepat ke Rini
Darmin Panggil Dubes Jepang soal Keputusan Kereta Cepat
"Kepada mereka, saya mengatakan kalau tetap berminat dari proposal-proposal yang masuk akan ditetapkan bidder (penawar) unggulan, baik harganya, pembiayaan, speknya dan segala macamnya supaya dapat harga terbaik, termurah," kata Darmin di Jakarta, Jumat (4/9/2015).
Darmin menjelaskan, yang memberikan tawaran memuaskan, yang akan menang. Jika tidak memuaskan, bisa masuk ke dalam daftar berikutnya.
"Jadi Anda lihat bedanya, sehingga kita sangat yakin dengan rancangan seperti itu. Indnesia akan mendapatkan apa yang kita inginkan, kereta macam apa yang kita perlukan, dia akan berpotongan dengan bis yang mana, akan berpotongan dengan kereta apa, di mana akan dibangun properti di stasiun yang mana," tutur dia.
Sementara mengenai kereta berkecepatan sedang, dia menuturkan, Jepang sudah mendapat arahan ‎dari pemerintah Indonesi pagi tadi.
"Kita menunggu. Menurut dubes Jepang, mereka pulang dari ini akan langsung lapor ke Jepang soal proposal untuk kereta api kecepatan sedang," pungkasnya.
Baca:
Jokowi Serahkan Proyek Kereta Cepat ke Rini
Darmin Panggil Dubes Jepang soal Keputusan Kereta Cepat
(rna)
Lihat Juga :