Kereta Kecepatan Sedang Dikhawatirkan Minim Peminat

Minggu, 06 September 2015 - 16:14 WIB
Kereta Kecepatan Sedang...
Kereta Kecepatan Sedang Dikhawatirkan Minim Peminat
A A A
JAKARTA - Wakil Skretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Izul Waro mengatakan, meskipun kereta kecepatan sedang telah diputuskan dibangun oleh pemerintah dengan skema bisnis (business to business/B to B), namun jangan sampai tidak diminati masyarakat.

Pasalnya, jika minat terhadap kereta api berkecepatan sedang minim, akhirnya proyek ini menjadi tidak laku dan merugi. Jika sudah merugi, dikhawatirkan akan meminta bantuan pemerintah.

"Jangan memaksakan membangun, sedangkan demand-nya tidak cukup. Karena kalau demand tidak cukup, yang terjadi adalah tidak laku, ujung-ujungnya rugi. Kalau sudah rugi minta bantuan dari pemerintah (subsidi). Itu banyak terjadi di pmbangunan infrastruktur lain," kata Izul kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (6/9/2015).

Dia menuturkan, hal itu sudah menjadi tren tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia.Sebagai contoh infrastruktur monorail di Kuala Lumpur dan Bangkok.

"Awalnya mereka swasta murni, tapi karena mereka merugi, akhirnya pakai subsidi pemerintah. Jika sudah begini, memang masyarakat peduli? Kan tidak," katanya.

Izul khawatir, jika angkutan massal tersebut akhirnya tidak layak karena merugi dan tidak bisa memuaskan publik maka publik akan menyalahkan pemerintah. Akhirnya, mau tidak mau, pemerintah harus melakukan intervensi.

"Yang jelas, pelayanan publik sektor angkutan umum, kalau enggak layak, ya dicecar itu pemerintahnya. Itu ujung-ujungnya pasti akan dapat subsidi pemerintah. Nah, ini jangan sampai terjadi kasus di kereta cepat," pungkasnya.

(Baca: MTI Dukung Pemerintah Tak Bangun Kereta Cepat)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
5 jam yang lalu
Infografis
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Sebut Amerika Serikat sedang Menuju Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved