Rupiah Jatuh ke Rp14.250/USD karena Sentimen AS
Senin, 07 September 2015 - 10:17 WIB
Rupiah Jatuh ke Rp14.250/USD karena Sentimen AS
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini jatuh ke Rp14.250/USD setelah rilis data Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.257/USD. Posisi ini melemah 82 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.175/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.225/USD dan pada pukul 10.00 WIB memburuk ke Rp14.247/USD. Posisi tersebut merosot dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.172/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.246/USD. Posisi itu terdepresiasi 48 poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp14.198/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.234/USD, melemah 56 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.178/USD.
Sementara USD bertahan dari koreksi pada Senin, setelah data ketenagakerjaan AS gagal membawa banyak kejelasan mengenai waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Tenaga kerja AS bulan Agutus hanya bertambah 173.000 atau di bawah perkiraan dan di bawah bulan Juli sebanyak 245.000, menjadi kenaikan terkecil dalam lima bulan terakhir. Tetapi tingkat pengangguran turun mendekati level terendah 7,5 tahun terakhir.
"Masalahnya adalah bahwa data-data ini mungkin konsisten dengan pertumbuhan PDB sebesar 2-2,5%, cukup baik untuk memulai normalisasi suku bunga AS tetapi tidak cukup baik sebagai lokomotif bagi seluruh dunia," kata Kepala Strategi valuta asing di Citi Steven Englander, seperti dilansir dari Reuters, Senin (7/9/2015).
USD naik sekitar 0,1% terhadap yen ke 119,18, bergerak menjauh dari sesi terendah sebesar 118,60 pada Jumat, ketika tenggelam 1%.
Euro naik sekitar 0,1% menjadi 1,1149/USD. Indeks USD di 96,209 dan mendekati level terendah tujuh bulan pada bulan lalu di 92,621.
Baca:
Rupiah Diprediksi Belum Miliki Momentum Rebound
Ringgit Jatuh ke Level Terendah sejak 1998 Dipicu Data AS
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.257/USD. Posisi ini melemah 82 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.175/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.225/USD dan pada pukul 10.00 WIB memburuk ke Rp14.247/USD. Posisi tersebut merosot dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.172/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.246/USD. Posisi itu terdepresiasi 48 poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp14.198/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.234/USD, melemah 56 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.178/USD.
Sementara USD bertahan dari koreksi pada Senin, setelah data ketenagakerjaan AS gagal membawa banyak kejelasan mengenai waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Tenaga kerja AS bulan Agutus hanya bertambah 173.000 atau di bawah perkiraan dan di bawah bulan Juli sebanyak 245.000, menjadi kenaikan terkecil dalam lima bulan terakhir. Tetapi tingkat pengangguran turun mendekati level terendah 7,5 tahun terakhir.
"Masalahnya adalah bahwa data-data ini mungkin konsisten dengan pertumbuhan PDB sebesar 2-2,5%, cukup baik untuk memulai normalisasi suku bunga AS tetapi tidak cukup baik sebagai lokomotif bagi seluruh dunia," kata Kepala Strategi valuta asing di Citi Steven Englander, seperti dilansir dari Reuters, Senin (7/9/2015).
USD naik sekitar 0,1% terhadap yen ke 119,18, bergerak menjauh dari sesi terendah sebesar 118,60 pada Jumat, ketika tenggelam 1%.
Euro naik sekitar 0,1% menjadi 1,1149/USD. Indeks USD di 96,209 dan mendekati level terendah tujuh bulan pada bulan lalu di 92,621.
Baca:
Rupiah Diprediksi Belum Miliki Momentum Rebound
Ringgit Jatuh ke Level Terendah sejak 1998 Dipicu Data AS
(rna)