Pangkas Target Listrik 35.000 MW, Rizal Belum Lapor Jokowi

Senin, 07 September 2015 - 14:32 WIB
Pangkas Target Listrik...
Pangkas Target Listrik 35.000 MW, Rizal Belum Lapor Jokowi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli belum melaporkan rencananya menurunkan target pembangunan proyek listrik 35.000 megawatt (MW) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia mengatakan pihaknya berharap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dapat hadir dalam rapat yang dipimpinnya tersebut. Hal ini agar bisa mendiskusikan secara lebih jelas mengenai proyek tersebut, dan nantinya akan dapat dilaporkan secara bersama kepada Jokowi.

"Kami harap tadinya menterinya (Menteri ESDM-Sudirman Said) datang ke sini, tapi ternyata enggak datang. Nanti Pak Dirjen (Dirjen Ketenagalistrikan Jarman) yang akan laporkan dulu (ke Sudirman Said)," ujarnya ‎di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Menurut Rizal, pemerintah sudah seharusnya melihat segala sesuatu dengan faktual dan logis, termasuk soal proyek listrik yang digadang-gadang pemerintahan Jokowi tersebut. Karena jika tetap kekeuh merealisasikan proyek tersebut pada 2019, maka yang harus menanggung kerugian adalah PT PLN (Persero).

"Seperti yang saya katakan, kalau 35.000 MW dicapai dan betul-betul dilaksanakan sampai 2019 maka jauh melebihi permintaan sebesar 21.000 MW. Aturannya, apapun yang dihasilkan listrik swasta, PLN harus bayar 72%-nya. Artinya itu melebihi demand sekitar USD10,73 miliar. Jadi dari pertimbangan finansial itu saja, kalau 35.000 MW bisa dicapai lima tahun, PLN akan kesulitan," terangnya.

Dia mengaku bahwa telah melaporkan dan mendiskusikan kepada Presiden Jokowi terkait proyek listrik 35.000 MW. Hanya saja, yang dilaporkan adalah soal bagi-bagi konsesi transmisi listrik yang menjadi penghambat proyek listrik 35.000 MW, bukan soal penurunan target menjadi 16.000 MW.

"‎Kalau presiden kami sudah lapor, karena beliau sudah pengalaman. Setelah saya jelaskan strateginya, presiden memahami. Mereka (Jokowi) bilang dulu saya dulu walikota. Jadi dalam banyak proyek infrastruktur, seringkali itu hanya bagi-bagi konsesi. Sebab itu, kami lebih senang menyebut proyek ini proyek PPD listrik. Karena supaya kita enggak meributkan angka. Seperti pertumbuhan ekonomi tadinya diperkirakan tumbuh 5%, tapi ternyata hanya tumbuh 4,7%," pungkasnya.

Baca juga:

Rizal Ramli Turunkan Target Proyek Listrik 35.000 MW

Proyek Listrik yang Diributkan Rizal Ramli
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
1 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
2 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
3 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
8 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
8 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved