Rizal Revisi Target, ESDM-PLN Keukeuh Listrik 35.000 MW

Senin, 07 September 2015 - 15:31 WIB
Rizal Revisi Target,...
Rizal Revisi Target, ESDM-PLN Keukeuh Listrik 35.000 MW
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) ternyata memiliki pandangan lain soal proyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang telah direvisi Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menjadi 16.000 MW hingga 2019.

Kementerian ESDM dan PLN tetap pada pendirian awal pemerintah bahwa target proyek listrik sebesar 35.000 MW pada 2019 akan direalisasikan. (Baca: Rizal Ramli Turunkan Target Proyek Listrik 35.000 MW).

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Jarman mengatakan, revisi target ini sedianya hanya soal kebutuhan listrik di Indonesia dan kemampuan pemerintah dan PLN untuk merealisasikannya. Terlebih, proyek tersebut telah diputuskan dalam sidang kabinet.

"Itu kan sudah diputuskan di kabinet. Dan itu suatu kebutuhan.‎ Jadi harus dibedakan antara kebutuhan dan kemampuan. Dari kemampuan PLN ya kemampuannya memang segitu. Kalau kebutuhan kan sudah dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan sebagainya," kata dia di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Dia menuturkan, selama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 tidak ada revisi target pertumbuhan ekonomi dan lain hal, maka target listrik sebesar 35.000 MW akan tetap dikejar.

"‎Kan semua harus dilihat gimana pertumbuhan ekonomi dan sebagainya. Selama RPJMN-nya tidak berubah, ya kita kan ikut RPJMN. RPJMN pertumbuhan ekonomi berapa. Kalau RPJMN berubah, bisa saja berubah," imbuhnya.

Sementara, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, sepanjang tidak ada keputusan perubahan dari pemerintah‎ maka target listrik 35.000 MW tetap harus dijalankan. (Baca: Pangkas Target Listrik 35.000 MW, Rizal Belum Lapor Jokowi).

"Pak Menko bilang jangan diskusi angka, prospeknya saja seperti apa ke depan. Kebutuhan yang sangat perlu sekali itu 18.000-an MW. Itu tanpa cadangan tanpa mati. Itu juga belum ada reserve margin," pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, mantan Menko bidang Perekonomian tersebut memutuskan untuk menurunkan target proyek listrik ambisi Jokowi tersebut dari sebelumnya sebesar 35.000 MW menjadi 16.000 MW hingga 2019.

Alasannya, jika pemerintah tetap keukeuh menyelesaikan proyek tersebut hingga 35.000 MW pada 2019, PT PLN (Persero) akan mengalami beban keuangan lantaran harus membayar 72% kapasitas listrik berlebih (iddle) 21 ribu MW atau sekitar USD10 miliar.‎

Baca Juga:

Sudirman Kembali Absen Rakor Proyek Listrik 35.000 MW
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
Pewaris Kerajaan Inggris...
Pewaris Kerajaan Inggris Pangeran William Jadi Target Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved