Merosot 114 Poin, IHSG Turun Terparah di Asia
Senin, 07 September 2015 - 16:22 WIB
Merosot 114 Poin, IHSG Turun Terparah di Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup terkoreksi paling parah di Asia setelah dibukanya bursa China. IHSG merosot 114 poin atau 2,58% ke level 4.301,37.
IHSG pagi ini dibuka melanjutkan pelemahan, di tengah positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG negatif 20,08 poin atau 0,45% ke level 4.395,26 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.319,77.
Sementara IHSG akhir pekan lalu ditutup terkoreksi ditekan turunnya bursa saham dunia. IHSG terpangkas 17,77 poin atau 0,40% ke level 4.415,34.
Bursa saham Eropa menguat pada Senin, dipimpin oleh lonjaknya saham pertambangan dan komoditas raksasa Glencore setelah berjanji untuk memangkas sepertiga utangnya, tetapi jatuh di China setelah pasar dibuka kembali.
Dikutip dari Reuters, perdagangan lebih ringan dari biasanya dengan pasar Amerika Serikat (AS) ditutup karena Hari Buruh, sementara investor di semua kelas aset terus mencerna implikasi dari data pekerjaan AS pekan lalu terhadap waktu kenaikan suku bunga AS untuk kali pertama sejak 2006.
Pada awal perdagangan, Indeks FTSEurofirst 300 naik 1% menjadi 1.407; FTEU3 dan indeks FTSE 100 naik 1,3% menjadi 6.119.
Sementara saham Glencore (GLEN.L) melonjak 11% menjadi 136 pence setelah mengatakan akan menangguhkan dividen, menjual aset dan meningkatkan saham baru seebsar USD2 ,5 miliar untuk memangkas utangnya sebesar USD20 miliar pada akhir tahun depan.
DAX Jerman naik 1,2%; GDAXI di 10.161 dan CAC 40 Prancis juga naik 1,2% di 4.580. Sedangkan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,7%.
Saham China menjadi pusat perhatian ketika pasar dibuka kembali setelah ditutup sejak Kamis pekan lalu karena merayakan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Bursa Shanghai awalnya naik 1,8% menyusul pernyataan pada akhir pekan sebelumnya oleh regulator bertujuan menenangkan pasar, namun di akhir perdagangan berbalik arah melemah.
Pembuat kebijakan dan regulator China mencoba untuk menenangkan pasar yang gelisah, menjanjikan reformasi pasar keuangan lebih lanjut dan menekankan bahwa ekonomi menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Adapun, Indeks Shanghai turun 79,75 poin atau 2,52% ke 3.080,42; indeks Hang Seng susut 257,09 poin atau 1,23% ke 20.583,52; indeks Straits Times melemah 8,43 poin atau 0,29% menjadi 2.856,00, sedangkan indeks Nikkei terkerek 68,31 poin atau 0,38% ke 17.860,47.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,20 triliun dengan 4,08 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp491,54 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,28 triliun dan aksi beli Rp783,75 miliar. Tercatat 48 saham menguat, 247 saham melemah dan 66 saham stagnan.
Sektor saham hari ini negatif semua. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang anjlok 4,89%, diikuti infrastruktur melemah 3,75%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp675 menjadi Rp75.975, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp50 menjadi Rp8.150 dan PT Indosat Tbk (ISAT) naik Rp55 menjadi Rp3.885.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp700 menjadi Rp41.900, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp350 menjadi Rp5.850 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp320 menjadi Rp2.480.
Baca:
IHSG Sesi I Terpangkas 2% Ditekan Sektor Aneka Industri
Bursa Asia Mayoritas Positif, IHSG Dibuka Negatif
IHSG pagi ini dibuka melanjutkan pelemahan, di tengah positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG negatif 20,08 poin atau 0,45% ke level 4.395,26 dan pada akhir sesi I parkir di level 4.319,77.
Sementara IHSG akhir pekan lalu ditutup terkoreksi ditekan turunnya bursa saham dunia. IHSG terpangkas 17,77 poin atau 0,40% ke level 4.415,34.
Bursa saham Eropa menguat pada Senin, dipimpin oleh lonjaknya saham pertambangan dan komoditas raksasa Glencore setelah berjanji untuk memangkas sepertiga utangnya, tetapi jatuh di China setelah pasar dibuka kembali.
Dikutip dari Reuters, perdagangan lebih ringan dari biasanya dengan pasar Amerika Serikat (AS) ditutup karena Hari Buruh, sementara investor di semua kelas aset terus mencerna implikasi dari data pekerjaan AS pekan lalu terhadap waktu kenaikan suku bunga AS untuk kali pertama sejak 2006.
Pada awal perdagangan, Indeks FTSEurofirst 300 naik 1% menjadi 1.407; FTEU3 dan indeks FTSE 100 naik 1,3% menjadi 6.119.
Sementara saham Glencore (GLEN.L) melonjak 11% menjadi 136 pence setelah mengatakan akan menangguhkan dividen, menjual aset dan meningkatkan saham baru seebsar USD2 ,5 miliar untuk memangkas utangnya sebesar USD20 miliar pada akhir tahun depan.
DAX Jerman naik 1,2%; GDAXI di 10.161 dan CAC 40 Prancis juga naik 1,2% di 4.580. Sedangkan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,7%.
Saham China menjadi pusat perhatian ketika pasar dibuka kembali setelah ditutup sejak Kamis pekan lalu karena merayakan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Bursa Shanghai awalnya naik 1,8% menyusul pernyataan pada akhir pekan sebelumnya oleh regulator bertujuan menenangkan pasar, namun di akhir perdagangan berbalik arah melemah.
Pembuat kebijakan dan regulator China mencoba untuk menenangkan pasar yang gelisah, menjanjikan reformasi pasar keuangan lebih lanjut dan menekankan bahwa ekonomi menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Adapun, Indeks Shanghai turun 79,75 poin atau 2,52% ke 3.080,42; indeks Hang Seng susut 257,09 poin atau 1,23% ke 20.583,52; indeks Straits Times melemah 8,43 poin atau 0,29% menjadi 2.856,00, sedangkan indeks Nikkei terkerek 68,31 poin atau 0,38% ke 17.860,47.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,20 triliun dengan 4,08 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp491,54 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,28 triliun dan aksi beli Rp783,75 miliar. Tercatat 48 saham menguat, 247 saham melemah dan 66 saham stagnan.
Sektor saham hari ini negatif semua. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang anjlok 4,89%, diikuti infrastruktur melemah 3,75%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp675 menjadi Rp75.975, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp50 menjadi Rp8.150 dan PT Indosat Tbk (ISAT) naik Rp55 menjadi Rp3.885.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp700 menjadi Rp41.900, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp350 menjadi Rp5.850 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp320 menjadi Rp2.480.
Baca:
IHSG Sesi I Terpangkas 2% Ditekan Sektor Aneka Industri
Bursa Asia Mayoritas Positif, IHSG Dibuka Negatif
(rna)
Lihat Juga :