Ini Jurus Rizal Ramli Kebut Proyek Listrik Jokowi

Senin, 07 September 2015 - 19:49 WIB
Ini Jurus Rizal Ramli...
Ini Jurus Rizal Ramli Kebut Proyek Listrik Jokowi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli memiliki sejumlah jurus untuk mengebut realisasi proyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, dengan catatan bahwa pihaknya hanya akan mengejar pembangunan proyek listrik tersebut sebesar 16.000 MW dari target Jokowi yang sekitar 35.000 MW. (Baca: Rizal Ramli Turunkan Target Proyek Listrik 35.000 MW).

Jurus pertama, menghilangkan ketakutan investor ataupun pemerintah daerah soal hukum. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan membantu menyederhanakan peraturan yang sekiranya akan menimbulkan kekhawatiran.

"Sebelumnya juga Kapolri Badrodin Haiti ada kesepakatan, kalau hanya ada kesalahan administrasi agar tidak diproses hukum. Tapi kalau pidana untuk memperkaya diri sendiri kami akan proses di kepolisian," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Kedua, mantan Menko bidang Perekonomian ini akan membabat proses negosiasi yang lambat. Sebab sebelumnya, proses negosiasi proyek listrik membutuhkan waktu lama yaitu sekitar tiga tahun.

Menurutnya, lambatnya proses negosiasi lantaran, paradigma para birokrat dulu adalah‎ 'jika bisa diperlambat mengapa harus dipercepat. (Baca: Pangkas Target Listrik 35.000 MW, Rizal Belum Lapor Jokowi).

Untuk itu, Rizal menegaskan bahwa pemerintahan saat ini akan mempermudah proses birokrasi dan negosiasi yang menghambat realisasi proyek infrastruktur pemerintah, khususnya proyek listrik.

"Zaman dulu paradigma birokrat, kalau bisa dibikin sulit kenapa dipermudah. Karena itu alat bisa peras dan cari uang. Jadi pemerintahan ini hal yang sulit dipemudah. Masa lalu itu energi negatif bangsa kita, bikin ribet bikin sulit supaya bisa dapat setoran," tegasnya.

Ketiga, dia akan mempermudah dan mempercepat proses pembebasan tanah dan lahan. Keempat, penentuan harga (pricing) yang sesuai karena harga akan sangat menentukan ketertarikan investor dalam proyek tersebut.

Kelima, pemberian garansi agar proyek listrik yang digagas pemerintah dapat menarik investor. Bahkan, Rizal mengusulkan agar ada kebijakan garansi dari negara asal investor. "Jadi kami akan minta listrik yang besar-besar yang kasih garansi ya negara-negara mereka," pungkas dia.

Baca Juga:

Rizal Ramli Endus Praktik Makelar Proyek Listrik

Rizal Ramli Tuding Ada Mafia Bisnis Pulsa Listrik

Rizal Revisi Target, ESDM-PLN Keukeuh Listrik 35.000 MW

Sudirman Kembali Absen Rakor Proyek Listrik 35.000 MW
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rizal Ramli Kritisi...
Rizal Ramli Kritisi Sistem Ambang Batas dalam Pilkada dan Pilpres
Rizal Ramli Sebut Pembangunan...
Rizal Ramli Sebut Pembangunan Harus Membuat Rakyat Lebih Makmur, Bukan Sebaliknya
Emak-emak Taruh Harapan...
Emak-emak Taruh Harapan Besar Pada Rizal Ramli Untuk Bangkitkan Ekonomi
Rizal Ramli, Selamanya...
Rizal Ramli, Selamanya Oposisi untuk Menjaga Demokrasi
Pemakaman Rizal Ramli...
Pemakaman Rizal Ramli di TPU Jeruk Purut
Susi Pudjiastuti Bela...
Susi Pudjiastuti Bela Rizal Ramli Hadapi 'Serangan' di Twitter
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
49 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
1 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
5 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved