Menteri Ini Bela Rizal Ramli soal Listrik 35.000 MW
Selasa, 08 September 2015 - 05:39 WIB
Menteri Ini Bela Rizal Ramli soal Listrik 35.000 MW
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan membela Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli soal proyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang digagas pemerintah.
Sekadar mengingatkan, Rizal Ramli membuat pernyataan mencengangkan bahwa dirinya akan menurunkan dan merevisi target pembangunan proyek listrik Presiden Joko Widodo (Jokowi), dari sebelumnya 35.000 MW menjadi 16.000 MW.
Menurutnya, proyek tersebut sejatinya bukan permasalahan angka yaitu 35.000 MW atau 16.000 MW. Namun, hal ini persoalan bagaimana listrik dapat teraliri di seluruh Indonesia dengan kemampuan yang ada.
"Tenang saja, ini (proyek listrik 35.000 MW) bukan persoalan pada angkanya. Tapi bagaimana negara ini terpenuhi kemampuan membangun," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/9/2015).
Ferry mengatakan, megaproyek ini tetap akan dikoordinasikan dalam sidang kabinet, termasuk soal revisi target yang dinyatakan Rizal Ramli. "Program 35.000 MW ini tetap akan dikoordinasikan dalam kabinet. Kita semua kan pembantu Presiden," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rizal memutuskan untuk menurunkan target proyek listrik ambisi Jokowi tersebut dari sebelumnya 35.000 MWmenjadi sebesar 16.000 MW hingga 2019.
Alasannya, jika pemerintah tetap keukeuh menyelesaikan proyek tersebut hingga 35.000 MW pada 2019, PT PLN (Persero) akan mengalami beban keuangan lantaran harus membayar 72%kapasitas listrik berlebih (iddle) 21 ribu MW atau sekitar USD10 miliar.
Sekadar mengingatkan, Rizal Ramli membuat pernyataan mencengangkan bahwa dirinya akan menurunkan dan merevisi target pembangunan proyek listrik Presiden Joko Widodo (Jokowi), dari sebelumnya 35.000 MW menjadi 16.000 MW.
Menurutnya, proyek tersebut sejatinya bukan permasalahan angka yaitu 35.000 MW atau 16.000 MW. Namun, hal ini persoalan bagaimana listrik dapat teraliri di seluruh Indonesia dengan kemampuan yang ada.
"Tenang saja, ini (proyek listrik 35.000 MW) bukan persoalan pada angkanya. Tapi bagaimana negara ini terpenuhi kemampuan membangun," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/9/2015).
Ferry mengatakan, megaproyek ini tetap akan dikoordinasikan dalam sidang kabinet, termasuk soal revisi target yang dinyatakan Rizal Ramli. "Program 35.000 MW ini tetap akan dikoordinasikan dalam kabinet. Kita semua kan pembantu Presiden," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rizal memutuskan untuk menurunkan target proyek listrik ambisi Jokowi tersebut dari sebelumnya 35.000 MWmenjadi sebesar 16.000 MW hingga 2019.
Alasannya, jika pemerintah tetap keukeuh menyelesaikan proyek tersebut hingga 35.000 MW pada 2019, PT PLN (Persero) akan mengalami beban keuangan lantaran harus membayar 72%kapasitas listrik berlebih (iddle) 21 ribu MW atau sekitar USD10 miliar.
(izz)
Lihat Juga :