Rupiah Diprediksi Lanjutkan Depresiasi
Selasa, 08 September 2015 - 08:39 WIB
Rupiah Diprediksi Lanjutkan Depresiasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diprediksi akan melanjutkan depresiasi.
"Tetap cermati sentimen yang akan dirilis, di mana dapat berimbas negatif pada laju rupiah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (8/9/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.225-Rp14.237/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.234/USD, melemah 56 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.178/USD.
Dia menuturkan, sentimen negatif masih mewarnai laju rupiah yang mengawali pekan ini diteritori negatif. Pelaku pasar pun masih menjauhi rupiah seiring belum adanya sentimen positif yang hinggap pada Rupiah.
"Belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan cenderung melemahnya sejumlah mata uang Asia memberi tekanan negatif pada rupiah," ujarnya.
Pelemahan sejumlah mata uang Asia dipicu spekulasi akan diperketatnya aturan transaksi, terutama saham dan valas di China dan diperparah dengan rilis penurunan cadangan valas China sebesar USD93,9 miliar menjadi USD3,56 triliun.
Penurunan cadangan valas yang dipersepsikan untuk menstabilisasi laju yuan pasca didevaluasi memberikan sentimen negatif pada laju mata uang Asia, termasuk rupiah.
Tidak hanya itu, nilai tukar USD pun kembali melonjak setelah mata uang yen dan Swiss franc mengalami penurunan. Bahkan adanya ekspektasi akan penurunan cadangan devisa RI turut menambah sentimen negatif, kemarin.
"Tetap cermati sentimen yang akan dirilis, di mana dapat berimbas negatif pada laju rupiah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (8/9/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.225-Rp14.237/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.234/USD, melemah 56 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.178/USD.
Dia menuturkan, sentimen negatif masih mewarnai laju rupiah yang mengawali pekan ini diteritori negatif. Pelaku pasar pun masih menjauhi rupiah seiring belum adanya sentimen positif yang hinggap pada Rupiah.
"Belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan cenderung melemahnya sejumlah mata uang Asia memberi tekanan negatif pada rupiah," ujarnya.
Pelemahan sejumlah mata uang Asia dipicu spekulasi akan diperketatnya aturan transaksi, terutama saham dan valas di China dan diperparah dengan rilis penurunan cadangan valas China sebesar USD93,9 miliar menjadi USD3,56 triliun.
Penurunan cadangan valas yang dipersepsikan untuk menstabilisasi laju yuan pasca didevaluasi memberikan sentimen negatif pada laju mata uang Asia, termasuk rupiah.
Tidak hanya itu, nilai tukar USD pun kembali melonjak setelah mata uang yen dan Swiss franc mengalami penurunan. Bahkan adanya ekspektasi akan penurunan cadangan devisa RI turut menambah sentimen negatif, kemarin.
(rna)