Gagal Capai Target, Pemerintah Dianggap Langgar UU APBN

Selasa, 08 September 2015 - 14:51 WIB
Gagal Capai Target,...
Gagal Capai Target, Pemerintah Dianggap Langgar UU APBN
A A A
JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai, kegagalan pemerintah mencapai target asumsi makroekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBN-P) 2015 telah mengindikasikan adanya pelanggaran Undang-undang (UU) APBN.

Anggota Komisi XI DPR RI Haerul Saleh menyampaikan, dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan dan Bappenas banyak target pemerintah meleset dari asumsi makro yang telah disusun sebelumnya.

"Dalam APBN-P 2015 telah ditetapkan target-target makro, misalnya pertumbuhan ekonomi. Tetapi, program kerjanya tidak berjalan bersamaan, sehingga target tidak tercapai. Ini bisa saja melanggar Undang-Undang," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (8/9/2015).

Haerul mengatakan, program kerja jangka panjang yang tidak sejalan dengan target jangka pendek membuat target asumsi makro dalam APBN sulit tercapai. Belum lagi, kondisi rupiah yang semakin terpuruk.

"Ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah sudah melanggar ketetapan negara dengan target makroekonomi yang tidak tercapai," katanya.

Menurut dia, program kerja pemerintah di bidang anggaran harus mengikuti UU APBN-P 2015.

"Faktanya, program-program pemerintah di 2015 berjangka panjang, sehingga target jangka pendek tidak terpenuhi," tuturnya.

Haerul beranggapan, penyerapan anggaran dalam APBN-P 2015 yang baru 26% semakin memperkuat indikasi bahwa program kerja pemerintah tidak berjalan optimal.

"Pada APBN-P 2015 mengalami kegagalan pada perencanaan. Memang perencanaan sudah baik karena didasari landasan berpikir yang baik, tetapi terkendala di pelaksanaan," paparnya.

Dia berharap, pemerintah melakukan pembenahan dan peningkatan fungsi Kementerian PPN/Bappenas maupun Kementerian Keuangan agar semua perencanaannya berjalan maksimal.

"Karena saat ini, yang kami lihat, perencanaan maksimal, tetapi pelaksanaannya tidak bagus. Artinya, keduanya tidak sejalan," imbuhnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
39 menit yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
48 menit yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
1 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
3 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
3 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Harus Mempercepat...
Pemerintah Harus Mempercepat dan Perluas Target Vaksinasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved