Delapan Sektor Naik, IHSG Ditutup Balik Arah Menguat
Selasa, 08 September 2015 - 16:18 WIB
Delapan Sektor Naik, IHSG Ditutup Balik Arah Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup berhasil balik arah didukung positifnya bursa Asia dan positifnya delapan sektor saham. IHSG menguat 17,23 poin atau 0,40% ke level 4.318,59.
IHSG pagi tadi dibuka meninggalkan level 4.300 karena ditekan aksi jual asing. IHSG terpangkas 19,41 poin atau 0,45% ke level 4.281,96 dan pada akhir sesi I berakhir di 4.283,17.
Sementara IHSG kemarin ditutup terkoreksi paling parah di Asia setelah bursa China. IHSG merosot 114 poin atau 2,58% ke level 4.301,37.
Pelemahan itu di tengah menurunnya mayoritas bursa Asia. Sementara sore ini, bursa utama Asia mayoritas menguat.
Kenaikan itu di tengah kemerosotan impor China, yang menaikkan kekhawatiran perlambatan yang lebih parah di negara ekonomi terbesar kedua di dunia. Data yang lemah meningkatkan harapan terhadap pelonggaran kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.
Sebuah jajak pendapat Reuters pada akhir bulan Agustus menunjukkan, 80% responden mengharapkan pemangkasan lebih lanjut pada rasio giro wajib minimum dan 70% pada penurunan suku bunga.
"Saya tidak optimis tentang prospek ekspor dan tidak mungkin China dapat mencapai target ekspor tahun ini," kata analis di Hwabao Trust Nie Wen, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (8/9/2015).
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5% tetapi tetap berada di dekat level terendah tiga tahun yang dicetak pada dua pekan lalu.
Adapun, Indeks Shanghai naik 90,03 poin atau 2,92% ke 3.170,45; indeks Hang Seng menguat 675,52 poin atau 3,28% ke 21.259,04; indeks Straits Times naik 32,93 poin atau 1,15% menjadi 2.884,47, sedangkan indeks Nikkei melemah 433,39 poin atau 2,43% ke 17.427,08.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,46 triliun dengan 4,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp706,04 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,89 triliun dan aksi beli Rp1,18 triliun. Tercatat 165 saham menguat, 107 saham melemah dan 86 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah properti yang menguat 1,98%, diikuti perkebunan naik 1,36%. Sementara yang melemah terdalam sektor konsumer, dengan penurunan 0,82%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PTAstra International Tbk (ASII) naik Rp25 menjadi Rp5.875, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp100 menjadi Rp5.300 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp225 menjadi Rp4.715.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp25 menjadi Rp41.875, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) turun Rp375 menjadi Rp15.325 dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp130 menjadi Rp2.595.
(Baca: 127 Saham Melemah, IHSG Sesi I Minus 18 Poin)
IHSG pagi tadi dibuka meninggalkan level 4.300 karena ditekan aksi jual asing. IHSG terpangkas 19,41 poin atau 0,45% ke level 4.281,96 dan pada akhir sesi I berakhir di 4.283,17.
Sementara IHSG kemarin ditutup terkoreksi paling parah di Asia setelah bursa China. IHSG merosot 114 poin atau 2,58% ke level 4.301,37.
Pelemahan itu di tengah menurunnya mayoritas bursa Asia. Sementara sore ini, bursa utama Asia mayoritas menguat.
Kenaikan itu di tengah kemerosotan impor China, yang menaikkan kekhawatiran perlambatan yang lebih parah di negara ekonomi terbesar kedua di dunia. Data yang lemah meningkatkan harapan terhadap pelonggaran kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.
Sebuah jajak pendapat Reuters pada akhir bulan Agustus menunjukkan, 80% responden mengharapkan pemangkasan lebih lanjut pada rasio giro wajib minimum dan 70% pada penurunan suku bunga.
"Saya tidak optimis tentang prospek ekspor dan tidak mungkin China dapat mencapai target ekspor tahun ini," kata analis di Hwabao Trust Nie Wen, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (8/9/2015).
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5% tetapi tetap berada di dekat level terendah tiga tahun yang dicetak pada dua pekan lalu.
Adapun, Indeks Shanghai naik 90,03 poin atau 2,92% ke 3.170,45; indeks Hang Seng menguat 675,52 poin atau 3,28% ke 21.259,04; indeks Straits Times naik 32,93 poin atau 1,15% menjadi 2.884,47, sedangkan indeks Nikkei melemah 433,39 poin atau 2,43% ke 17.427,08.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,46 triliun dengan 4,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp706,04 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,89 triliun dan aksi beli Rp1,18 triliun. Tercatat 165 saham menguat, 107 saham melemah dan 86 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah properti yang menguat 1,98%, diikuti perkebunan naik 1,36%. Sementara yang melemah terdalam sektor konsumer, dengan penurunan 0,82%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PTAstra International Tbk (ASII) naik Rp25 menjadi Rp5.875, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp100 menjadi Rp5.300 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp225 menjadi Rp4.715.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp25 menjadi Rp41.875, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) turun Rp375 menjadi Rp15.325 dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp130 menjadi Rp2.595.
(Baca: 127 Saham Melemah, IHSG Sesi I Minus 18 Poin)
(rna)