LPS: AS Tunda Naikkan Fed Rate, Peluang RI Beresi Ekonomi
Rabu, 09 September 2015 - 20:34 WIB
LPS: AS Tunda Naikkan Fed Rate, Peluang RI Beresi Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Plt Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan mengatakan, saat dolar Amerika Serikat (USD) menguat, ekspor mereka malah melemah, sehingga tidak mungkin menaikkan Fed Rate dalam waktu dekat.
Menurutnya, Amerika Serikat (AS) bisa menunda kenaikan Fed Rate menjadi akhir tahun atau awal semester 2016. Hal ini membuat Indonesia memiliki ruang sejenak untuk membereskan pelemahan ekonomi domestik. Terlebih, pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi nanti.
"‎Paket kebijakan ini dibutuhkan, apapun langkahnya The Fed. Tapi kalau saya lihat, pada aat ini penguatan USD terhadap rupiah, sudah satu tahun terakhir terasa. Ini otomatis membuat imported inflasion (cek lagi) di AS terpengaruh. Mereka enggak mungkin naikkan Fed Rate September ini. Saya pun enggak kaget jika mereka menaikkan akhir tahun atau awal 2016," katanya di Jakarta, Rabu (9/9/2015)
Kemudian akibat dari anjloknya komoditas seperti energi, inflasi AS semakin tertekan. Sehingga makin kecil kemungkinan AS menaikkan fed rate dalam waktu dekat.
"Pasar pun berasumsi lain. Ini kenaikan menjadi 0,5% dari 0,25% (Fed Rate), dianggap pasar akan mengalami penundaan. Sehingga apapun langkah yang diambil The Fed, apakah naikkan suku bunga di akhir semester atau awal semester 2016, paket kebijakan harus dikeluarkan Jokowi untuk meyakinkan investor dan publik kalau pemerintah tidak diam," pungkasnya.
Menurutnya, Amerika Serikat (AS) bisa menunda kenaikan Fed Rate menjadi akhir tahun atau awal semester 2016. Hal ini membuat Indonesia memiliki ruang sejenak untuk membereskan pelemahan ekonomi domestik. Terlebih, pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi nanti.
"‎Paket kebijakan ini dibutuhkan, apapun langkahnya The Fed. Tapi kalau saya lihat, pada aat ini penguatan USD terhadap rupiah, sudah satu tahun terakhir terasa. Ini otomatis membuat imported inflasion (cek lagi) di AS terpengaruh. Mereka enggak mungkin naikkan Fed Rate September ini. Saya pun enggak kaget jika mereka menaikkan akhir tahun atau awal 2016," katanya di Jakarta, Rabu (9/9/2015)
Kemudian akibat dari anjloknya komoditas seperti energi, inflasi AS semakin tertekan. Sehingga makin kecil kemungkinan AS menaikkan fed rate dalam waktu dekat.
"Pasar pun berasumsi lain. Ini kenaikan menjadi 0,5% dari 0,25% (Fed Rate), dianggap pasar akan mengalami penundaan. Sehingga apapun langkah yang diambil The Fed, apakah naikkan suku bunga di akhir semester atau awal semester 2016, paket kebijakan harus dikeluarkan Jokowi untuk meyakinkan investor dan publik kalau pemerintah tidak diam," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :