Penguatan Rupiah Butuh Konfirmasi Sentimen Positif
Senin, 14 September 2015 - 08:37 WIB
Penguatan Rupiah Butuh Konfirmasi Sentimen Positif
A
A
A
JAKARTA - Penguatan lanjutan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini masih membutuhkan konfirmasi sentimen positif.
"Penguatan kali ini masih membutuhkan konfirmasi selanjutnya untuk mempertahankan akan adanya penguatan lanjutan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (14/9/2015).
Menurut dia, jika gagal bertahan maka rupiah dapat berpotensi kembali mengalami pelemahannya. Jikapun terjadi penguatan maka sifatnya cenderung terbatas.
Dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang akan dirilis, yang dapat berimbas negatif pada laju rupiah. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.293-Rp14.315/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.306/USD, menguat 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.322/USD.
Pelemahan laju USD pada akhir pekan lalu setelah terimbas negatif berita dari tetangganya di Amerika Latin, Brazil, yang dipangkas ratingnya memberikan kesempatan pada mata uang Asia, terutama rupiah mencoba berbalik menguat.
"Namun demikian, penguatan yang terjadi kami nilai masing setengah hati karena belum dapat mengimbangi pelemahan sehari sebelumnya pasca diumumkannya Paket Kebijakan Ekonomi," ujarnya.
Dia menuturkan, meski pelaku pasar belum sepenuhnya merespon positif akan realisasi dari program-program tersebut, namun dengan adanya sentimen pelemahan nilai tukar USD membuat laju rupiah dapat kembali di zona hijau.
"Penguatan kali ini masih membutuhkan konfirmasi selanjutnya untuk mempertahankan akan adanya penguatan lanjutan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (14/9/2015).
Menurut dia, jika gagal bertahan maka rupiah dapat berpotensi kembali mengalami pelemahannya. Jikapun terjadi penguatan maka sifatnya cenderung terbatas.
Dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang akan dirilis, yang dapat berimbas negatif pada laju rupiah. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.293-Rp14.315/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.306/USD, menguat 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.322/USD.
Pelemahan laju USD pada akhir pekan lalu setelah terimbas negatif berita dari tetangganya di Amerika Latin, Brazil, yang dipangkas ratingnya memberikan kesempatan pada mata uang Asia, terutama rupiah mencoba berbalik menguat.
"Namun demikian, penguatan yang terjadi kami nilai masing setengah hati karena belum dapat mengimbangi pelemahan sehari sebelumnya pasca diumumkannya Paket Kebijakan Ekonomi," ujarnya.
Dia menuturkan, meski pelaku pasar belum sepenuhnya merespon positif akan realisasi dari program-program tersebut, namun dengan adanya sentimen pelemahan nilai tukar USD membuat laju rupiah dapat kembali di zona hijau.
(rna)