Pelemahan IHSG Berpeluang Tertahan
Rabu, 16 September 2015 - 08:13 WIB
Pelemahan IHSG Berpeluang Tertahan
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang tertahan lantaran sentimen positif dari bursa global.
"Meski berpotensi kembali melanjutkan pelemahannya, namun jika kondisi pasar saham global dapat membaik maka kami harapkan peluang pelemahan tersebut dapat lebih tertahan," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Jika pun terjadi pelemahan, dia berharap dapat lebih terbatas. Untuk itu, tetap mewaspadai adanya sentimen yang dapat berimbas negatif pada laju IHSG.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.317-4.328 dan resisten 4.370-4.388. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.350-4.378 dan gagal mendekati target resisten 4.400-4.414.
Kemarin, kekhawatiran akan terjadinya pelemahan kian terbukti, laju IHSG berbalik melemah di perdagangan hari kedua pekan ini. Padahal laju di awal pekan sudah nyaman di posisi hijau.
"Namun, kembali maraknya aksi ambil untung membuat laju IHSG pun tidak kuat menahan serangan aksi jual tersebut dan berbalik melemah," jelas Reza.
Mayoritas sektor mengalami pelemahan, di mana sektor perkebunan dan infrastruktur mengalami pelemahan paling dalam, terutama pada saham-saham big caps yang terdapat pada indeks infrastruktur.
Transaksi asing yang kembali jualan dan dibarengi dengan pelemahan nilai tukar rupiah turut memicu pelemahan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net buy Rp101,23 miliar menjadi net sell Rp253,00 miliar.
Adapun saham yang direkomendasikan hari ini, di antaranya PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Sentul City Tbk (BKSL) dan PT Pan Brothers Tbk (PBRX).
"Meski berpotensi kembali melanjutkan pelemahannya, namun jika kondisi pasar saham global dapat membaik maka kami harapkan peluang pelemahan tersebut dapat lebih tertahan," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Jika pun terjadi pelemahan, dia berharap dapat lebih terbatas. Untuk itu, tetap mewaspadai adanya sentimen yang dapat berimbas negatif pada laju IHSG.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.317-4.328 dan resisten 4.370-4.388. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.350-4.378 dan gagal mendekati target resisten 4.400-4.414.
Kemarin, kekhawatiran akan terjadinya pelemahan kian terbukti, laju IHSG berbalik melemah di perdagangan hari kedua pekan ini. Padahal laju di awal pekan sudah nyaman di posisi hijau.
"Namun, kembali maraknya aksi ambil untung membuat laju IHSG pun tidak kuat menahan serangan aksi jual tersebut dan berbalik melemah," jelas Reza.
Mayoritas sektor mengalami pelemahan, di mana sektor perkebunan dan infrastruktur mengalami pelemahan paling dalam, terutama pada saham-saham big caps yang terdapat pada indeks infrastruktur.
Transaksi asing yang kembali jualan dan dibarengi dengan pelemahan nilai tukar rupiah turut memicu pelemahan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net buy Rp101,23 miliar menjadi net sell Rp253,00 miliar.
Adapun saham yang direkomendasikan hari ini, di antaranya PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Sentul City Tbk (BKSL) dan PT Pan Brothers Tbk (PBRX).
(rna)
Lihat Juga :