Kemiskinan Terasa sejak Harga Komoditi Naik Dua Tahun Lalu

Kamis, 17 September 2015 - 01:28 WIB
Kemiskinan Terasa sejak...
Kemiskinan Terasa sejak Harga Komoditi Naik Dua Tahun Lalu
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, sejak harga komoditi turun dua tahun lalu, peningkatan angka kemiskinan sudah mulai terasa. Hal ini juga didukung dengan income masyarakat per orang turun.

"Itu kan angka Maret 2015, sebetulnya sejak dua tahun lalu sudah mulai terasa. Harga komoditi kita turun, ya harga kelapa sawit, karet, harga ini, harga itu, coba anda cek, turunnya besar. Itu artinya apa? Income masyarakat orang per orang turun," tuturnya di kompleks istana negara Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Sementara, harga pangannya tidak mengalami penurunan. Darmin menyebutkan, mengukur kemiskinan sebenarnya bisa dihitung dari jumlah income yang didapat, harga pangannya berapa, itu dibandingkan.

"Karena itu yang paling besar peranannya dalam mengukur tingkat kemiskinan. Ada juga yang lain tapi paling besar pangan, karena itu umumnya sebetulnya komoditi itu di luar Jawa tetapi industrinya ada di Jawa, jadi kalau income masyarakat di luar Jawa turun, akhirnya imbasnya ke sini, walaupun mungkin tidak sebesar di luar Jawa," katanya.

Itulah sebabnya, kata dia, mau tidak mau tingkat kemiskinan akan berpengaruh karena dari dulu cukup banyak orang yang hampir miskin. (Baca: Jumlah Penduduk Miskin RI Naik Jadi 28,59 Juta Orang).

"Nah, orang yang di sini jika income-nya sedikit terganggu atau sebaliknya harga pangannya sedikit berubah, jumlah orang miskinnya berubah. Jadi itu sesuatu yang tidak menggembirakan tetapi juga bukan sesuatu yang membuat kita harus panik. Karena itu sesuatu yang dapat berubah lagi dalam waktu‎ tertentu," pungkasnya.

Baca Juga:

Orang Miskin Bertambah, DPR Sebut Pemerintah Gagal

Ini Komoditi Penyumbang Terbesar Kemiskinan Indonesia

Orang Miskin di Perkotaan Bertambah Jadi 10,65 Juta Orang
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
1 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
1 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
2 jam yang lalu
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
11 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
11 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
12 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved