Menkeu: Fed Rate Timbulkan Gejolak Ekonomi RI sejak 2013

Kamis, 17 September 2015 - 20:21 WIB
Menkeu: Fed Rate Timbulkan...
Menkeu: Fed Rate Timbulkan Gejolak Ekonomi RI sejak 2013
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyatakan, naik atau belum naiknya Fed Rate sebenarnya sudah menimbulkan gejolak ekonomi sejak 2013.

Saat itu, kata dia, isu yang berkembang Fed Rate akan naik Mei 2013. Namun ternyata tidak terjadi perubahan hingga hari ini. Menurut informasi, Federal Open Market Committee segera menggelar sidang untuk keputusan naik atau tidaknya Fed Rate di Amerika Serikat (AS).

"Nilai tukar dolar terhdap semua mata uang dunia sudah di-price-in dengan menganggap seolah-olah Federal Reserve sudah menaikkan bunga secara signifikan. Melihat kondisi nilai tukar sekarang, kalau terjadi kenaikan mungkin akan terjadi gejolak, tapi sebagian besar gejolak terjadi sejak pertengahan 2013," tuturnya di Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Menurutnya, meski masih lebih besar gejolak di 2013, namun implikasinya ke fiskal negara akan terasa. Lebih besar akan terasa di sektor makro.

"Ya itu enggak langsung lah. Lebih ke kondisi ekonomi makronya. Kepada kursnya juga. Ya paling melalui mekanisme kurs baru bisa terlihat dampaknya terhadap budget," jelas Bambang.

Selain itu, yield di Surat Utang Negara (SUN) juga akan naik imbal hasilnya meskipun tidak mungkin selamanya terjadi. Hal ini dikarenakan market akan menunjukkan sentimen naik turun terhadap SUN.

"Ya, ada kemungkinan itu tapi enggak mungkin selamanya. Itu biasa di market naik turun. Imbal hasil kan kita bayar berdasarkan transaksi enggak mengikuti market. Makanya kita front loading. Karena kita tahu ini pasti naik deket-dekat akhir tahun, jadi kita upayakan front loading," jelas Menkeu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved