Asia Positif Kecuali Jepang, IHSG Dibuka Naik Tipis
Jum'at, 18 September 2015 - 09:20 WIB
Asia Positif Kecuali Jepang, IHSG Dibuka Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melanjutkan kenaikan sejalan dengan positifnya bursa Asia, kecuali Jepang setelah Federal Reserve (The Fed) menunda menaikkan suku bunga. IHSG menguat 4,69 poin atau 0,11% ke level 4.383,07.
IHSG kemarin ditutup berhasil mempertahankan posisinya di teritori hijau setelah Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 7,5% selama delapan bulan.
IHSG melesat 45,87 poin atau 1,06% ke level 4.378,38. Penguatan itu di tengah variatifnya bursa utama Asia. Sementara pagi ini, bursa utama Asia dibuka mayoritas menguat.
Bursa saham Asia, kecuali Jepang mayoritas pulih pada Jumat pagi setelah The Fed menunda kenaikan suku bunga kali pertama dalam hampir satu dekade karena masih khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi global.
"Dalam skema besar, keputusan The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga adalah indikasi bahwa ekonomi global dan ekonomi AS lebih buruk dari proyeksi sebelumnya," tulis analis pasar IG Angus Nicholson dalam sebuah catatan, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (18/9/2015).
Indeks Wall Street semalam menyerah setelah menguat 1% pada sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 tergelincir masing-masing 0,4% dan 0,3%, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis 0,1%.
Adapun, indeks Shanghai naik 7,32 poin atau 0,24% ke 3.093,38; indeks Hang Seng terkerek 56,31 poin atau 0,27% ke 21.914,25; sedangkan indeks Strait Times naik 1,40 poin atau 0,05% ke 2.896,36; sedangkan indeks Nikkei merosot 269,70 poin atau 1,46% ke 18.160,89.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp154 miliar dengan 149 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp2,85 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp35,31 miliar dan aksi beli Rp32,46 miliar. Tercatat 85 saham menguat, 25 saham melemah dan 48 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka mayoritas positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,71%, diikuti properti menguat 0,59%. Sedangkan yang melemah terdalam sektor aneka industri yang terkoreksi 0,34%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp75 menjadi Rp5.750, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp425 menjadi Rp42.`100 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp50 menjadi Rp4.400.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp300 menjadi Rp18.700, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp175 menjadi Rp18.500 dan PT Astra International Tbk Tbk (ASII) melemah Rp25 menjadi Rp5.900.
Baca:
Wall Street Terkoreksi Setelah Fed Tunda Naikkan Suku Bunga
IHSG Diprediksi Bertahan Positif, Cermati Saham Ini
IHSG Diproyeksi pada Kisaran 4.335-4.413
IHSG kemarin ditutup berhasil mempertahankan posisinya di teritori hijau setelah Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 7,5% selama delapan bulan.
IHSG melesat 45,87 poin atau 1,06% ke level 4.378,38. Penguatan itu di tengah variatifnya bursa utama Asia. Sementara pagi ini, bursa utama Asia dibuka mayoritas menguat.
Bursa saham Asia, kecuali Jepang mayoritas pulih pada Jumat pagi setelah The Fed menunda kenaikan suku bunga kali pertama dalam hampir satu dekade karena masih khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi global.
"Dalam skema besar, keputusan The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga adalah indikasi bahwa ekonomi global dan ekonomi AS lebih buruk dari proyeksi sebelumnya," tulis analis pasar IG Angus Nicholson dalam sebuah catatan, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (18/9/2015).
Indeks Wall Street semalam menyerah setelah menguat 1% pada sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 tergelincir masing-masing 0,4% dan 0,3%, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis 0,1%.
Adapun, indeks Shanghai naik 7,32 poin atau 0,24% ke 3.093,38; indeks Hang Seng terkerek 56,31 poin atau 0,27% ke 21.914,25; sedangkan indeks Strait Times naik 1,40 poin atau 0,05% ke 2.896,36; sedangkan indeks Nikkei merosot 269,70 poin atau 1,46% ke 18.160,89.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp154 miliar dengan 149 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp2,85 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp35,31 miliar dan aksi beli Rp32,46 miliar. Tercatat 85 saham menguat, 25 saham melemah dan 48 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka mayoritas positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah infrastruktur yang naik 0,71%, diikuti properti menguat 0,59%. Sedangkan yang melemah terdalam sektor aneka industri yang terkoreksi 0,34%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp75 menjadi Rp5.750, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp425 menjadi Rp42.`100 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp50 menjadi Rp4.400.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp300 menjadi Rp18.700, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp175 menjadi Rp18.500 dan PT Astra International Tbk Tbk (ASII) melemah Rp25 menjadi Rp5.900.
Baca:
Wall Street Terkoreksi Setelah Fed Tunda Naikkan Suku Bunga
IHSG Diprediksi Bertahan Positif, Cermati Saham Ini
IHSG Diproyeksi pada Kisaran 4.335-4.413
(rna)
Lihat Juga :