The Fed dan BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Tergelincir

Jum'at, 18 September 2015 - 10:24 WIB
The Fed dan BI Tahan...
The Fed dan BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Tergelincir
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka tergelincir setelah Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunganya.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.473/USD. Posisi itu melemah 19 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.454/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.463/USD, tergerus 11 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.452/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.453/USD, namun pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp14.466/USD. Posisi tersebut terkoreksi dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.459/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.430/USD. Posisi ini anjlok 103 poin dibanding dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.327/USD.

Sementara USD stabil di perdagangan Asia pada hari Jumat pascatergelincir ke posisi terendah dalam tiga pekan terhadap euro dan sejumlah mata uang setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunganya dan memangkas prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dalam jangka panjang.

Euro menguat lebih dari 1% ke level tertinggi tiga pekan ke 1,1441 dan terakhir berada di 1,1401/USD, turun sekitar 0,3 % dari penutupan terakhir di AS tapi masih jauh di atas level terendah satu pekan pada Rabu di 1,1214/USD. Indeks USD berada di 94,632, naik tipis sekitar 0,1% setelah jatuh ke level 94,360, terendah sejak 26 Agustus 2015.

USD stabil terhadap yen setelah penurunan yang lebih moderat. USD terhadap yen berada di 120,18 pada perdagangan awal di Asia, sedikit di atas penutupan di AS setelah jatuh ke 119,80 semalam karena sentimen Fed.

"Perkembangan ekonomi dan keuangan global terbaru dapat menahan aktivitas ekonomi dan cenderung memberikan tekanan ke bawah lebih lanjut terhadap inflasi dalam waktu dekat," kata bank sentral AS, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (18/9/2015).

Adapun dolar Australia naik tipis 0,1% menjadi 0,7182/USD, dengan investor terfokus pada kesaksian parlemen oleh Gubernur Reserve Bank of Australia Glenn Stevens.

Baca:

Kenaikan Fed Rate Ditunda, Rupiah Berpeluang Reli

The Fed Kembali Tunda Naikkan Suku Bunga
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
1 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
1 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
2 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
5 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
15 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved