Ekonomi Lesu, Ini Tips Budi Isman untuk Pelaku Usaha

Sabtu, 19 September 2015 - 19:09 WIB
Ekonomi Lesu, Ini Tips...
Ekonomi Lesu, Ini Tips Budi Isman untuk Pelaku Usaha
A A A
CEO Smartpreneur Pro Indonesia Budi Isman mengingatkan kepada pelaku usaha domestik untuk beralih menggunakan bahan baku dari dalam negeri lantaran lesunya rupiah, ekonomi dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

The Fed memang masih menahan menaikkan suku bunga (Fed rate) pada bulan ini lantaran kondisi ekonomi di dalam negeri dan global yang belum mendukung. Namun, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) itu diperkirakan akan mengerek suku bunganya pada Desember tahun ini.

"Kalau suku bunga naik, kesedot lagi USD ke AS, kemudian USD langka dan naik lagi. Kalau buat UMKM dalam negeri tidak terlalu banyak berdampak langsung. Tapi yang produknya impor ini yang terkena. Maka itu, mereka harus memikirkan komoditi dalam negeri yang bisa diolah," kata dia di Gedung Sindo, Jakarta, Sabtu (19/9/2015).

Menurut dia, saat ini menjadi kesempatan bagi pengusaha importir atau yang masih menggunakan bahan baku dari luar negeri untuk menggunakan barang substitusi lokal.

Jika penggunaan barang dalam negeri ditingkatkan, kata Budi, akan memberi manfaat, terutama membantu industri domestik bertumbuh, sehingga ketergantungan terhadap USD menurun dan daya tahan domestik menguat.

Apalagi, dia menambahkan, hampir 80% bisnis usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) tetap tumbuh, meski sekitar 6%-25% dalam kondisi ekonomi saat ini karena mengandalkan barang atau bahan baku dalam negeri.

"Paling banyak tumbiuh di UMKM makanan minuman kelas menengah ke bawah. Yang kelas atas, yang banyak kena dampak itu, terutama restoran dan kafe. Jadi pengaruh itu ada, tapi lebih ke perusahaan besar, sehingga harus mulai memikirikan barang subtitusi. Kedua, kolaborasi dan ketiga harus efisien dan berhemat," tutur dia.

Menurut dia, itu untu mengajarkan masyarakat untuk tidak boros. Pasalnya, dalam kondisi ekonomi saat ini, ada kemungkinan restoran dan kafe akan menaikkan harga makanan dan minumannya.

"Ini jadi peluang untuk yang kecil-kecil ini (UMKM). Kalau dulu orang beli fast food di restoran, sekarang mereka akan tinggalkan itu dan memilih yang lain, fast food ala Indonesia atau makanan warteg. Itu malah jadi solusi," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Berita Terkini
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
3 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
19 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
20 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
30 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved