Rupiah Terkikis Siang Ini Meski USD Tertekan Yen
Senin, 21 September 2015 - 12:57 WIB
Rupiah Terkikis Siang Ini Meski USD Tertekan Yen
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini makin terkikis meski USD tertekan yen an euro.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.475/USD, dengan kisaran harian Rp14.394-Rp14.533/USD. Posisi ini kian anjlok dibanding dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.378/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.469/USD. Posisi tersebut makin negatif dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.374/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas juga berada pada level Rp14.469/USD. Posisi itu masih melemah dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.388/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.451/USD, menguat 12 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.463/USD.
Adapun USD merosot terhadap yen dan euro tetapi bertahan di atas level terendah baru-baru ini karena pasar mempertimbangkan kemungkinan bank sentral melonggarkan kebijakan setelah Federal Reserve (The Fed) menunda menaikkan suku bunganya.
Terhadap enam mata uang utama dunia, USD diperdagangkan pada 95,053, jauh di atas level rendah akhir pekan lalu di 94,063, terlemah sejak 26 Agustus 2015. Euro naik tipis terhadap USD sebesar 0,2% menjadi 1,1321/USD, tetapi tetap di bawah rekor Jumat di 1,1460.
Analis senior pasar global Sumitomo Mitsui Banking Corp Satoshi Okagawa mengatkan, mengingat kemungkinan bahwa Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Eropa meningkatkan stimulus moneter mereka, pedagang mungkin enggan untuk menjual USD terlalu agresif.
"Pada saat yang sama, sulit untuk membeli USD karena waktu kenaikan suku bunga Fed telah kembali memberikan dorongan," katanya, seperti dilansir dari Reuters, Senin (21/9/2015).
Sementara poundsterling naik tipis 0,1% menjadi 1,5542/USD, namun tetap di bawah sebelumnya di 1,5659/USD. Terhadap yen, USD melemah 0,2% menjadi 119,76, bertahan di atas posisi Jumat di 119,04.
Baca:
USD Pulih, Rupiah Dibuka Terkoreksi
Waspadai Sentimen Pasar, Rupiah dalam Tren Pelemahan
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.475/USD, dengan kisaran harian Rp14.394-Rp14.533/USD. Posisi ini kian anjlok dibanding dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.378/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.469/USD. Posisi tersebut makin negatif dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.374/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas juga berada pada level Rp14.469/USD. Posisi itu masih melemah dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.388/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.451/USD, menguat 12 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.463/USD.
Adapun USD merosot terhadap yen dan euro tetapi bertahan di atas level terendah baru-baru ini karena pasar mempertimbangkan kemungkinan bank sentral melonggarkan kebijakan setelah Federal Reserve (The Fed) menunda menaikkan suku bunganya.
Terhadap enam mata uang utama dunia, USD diperdagangkan pada 95,053, jauh di atas level rendah akhir pekan lalu di 94,063, terlemah sejak 26 Agustus 2015. Euro naik tipis terhadap USD sebesar 0,2% menjadi 1,1321/USD, tetapi tetap di bawah rekor Jumat di 1,1460.
Analis senior pasar global Sumitomo Mitsui Banking Corp Satoshi Okagawa mengatkan, mengingat kemungkinan bahwa Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Eropa meningkatkan stimulus moneter mereka, pedagang mungkin enggan untuk menjual USD terlalu agresif.
"Pada saat yang sama, sulit untuk membeli USD karena waktu kenaikan suku bunga Fed telah kembali memberikan dorongan," katanya, seperti dilansir dari Reuters, Senin (21/9/2015).
Sementara poundsterling naik tipis 0,1% menjadi 1,5542/USD, namun tetap di bawah sebelumnya di 1,5659/USD. Terhadap yen, USD melemah 0,2% menjadi 119,76, bertahan di atas posisi Jumat di 119,04.
Baca:
USD Pulih, Rupiah Dibuka Terkoreksi
Waspadai Sentimen Pasar, Rupiah dalam Tren Pelemahan
(rna)